Aplikasi Rahasia Disadap, Ratusan Penjahat Jatuh dalam Perangkap FBI-AFP
Selasa, 08 Juni 2021 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
Berbicara pada konferensi pers pada hari Selasa, Komisaris AFP Reece Kershaw mengatakan beberapa plot kriminal juga digagalkan berkat akses penegakan hukum ke aplikasi, termasuk penembakan massal yang direncanakan di sebuah kafe pinggiran kota Australia dan pembunuhan satu keluarga beranggotakan lima orang.
Baca juga: FBI di Bawah Tekanan Setelah Gagal Halau Kejahatan Rasial Terhadap Warga Asia
Menurut AFP, ANoM hanya dapat ditemukan di ponsel yang dibeli melalui pasar gelap, yang telah kehilangan kemampuan untuk melakukan panggilan atau mengirim email. Ponsel hanya dapat mengirim pesan ke perangkat lain yang memiliki aplikasi dan penjahat perlu mengenal penjahat lain untuk mendapatkan perangkat tersebut.
"Perangkat tersebut beredar secara organik dan semakin populer di kalangan penjahat, yang yakin akan legitimasi aplikasi karena tokoh kejahatan terorganisir yang terkenal menjamin integritasnya," bunyi pernyataan AFP seperti dikutip dari CNN.
Tanpa diketahui oleh pengguna aplikasi, FBI ternyata memiliki akses ke aplikasi dan komunikasinya, yang kemudian digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang operasi kriminal.
Kershaw mengatakan para penjahat tidak menggunakan kode atau nama samaran di ANoM. Mereka dengan berani mendiskusikan kejahatan dengan keyakinan yang keliru bahwa komunikasi mereka aman.
Baca juga: Densus 88 Bakal Dikerahkan ke Papua Barat, Australia: Itu Wewenang Indonesia
"Pada dasarnya, kami berada di kantong belakang kejahatan terorganisir dan mengoperasionalkan pencopotan kriminal yang belum pernah kami lihat sebelumnya," ujar Kershaw.
Baca juga: FBI di Bawah Tekanan Setelah Gagal Halau Kejahatan Rasial Terhadap Warga Asia
Menurut AFP, ANoM hanya dapat ditemukan di ponsel yang dibeli melalui pasar gelap, yang telah kehilangan kemampuan untuk melakukan panggilan atau mengirim email. Ponsel hanya dapat mengirim pesan ke perangkat lain yang memiliki aplikasi dan penjahat perlu mengenal penjahat lain untuk mendapatkan perangkat tersebut.
"Perangkat tersebut beredar secara organik dan semakin populer di kalangan penjahat, yang yakin akan legitimasi aplikasi karena tokoh kejahatan terorganisir yang terkenal menjamin integritasnya," bunyi pernyataan AFP seperti dikutip dari CNN.
Tanpa diketahui oleh pengguna aplikasi, FBI ternyata memiliki akses ke aplikasi dan komunikasinya, yang kemudian digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang operasi kriminal.
Kershaw mengatakan para penjahat tidak menggunakan kode atau nama samaran di ANoM. Mereka dengan berani mendiskusikan kejahatan dengan keyakinan yang keliru bahwa komunikasi mereka aman.
Baca juga: Densus 88 Bakal Dikerahkan ke Papua Barat, Australia: Itu Wewenang Indonesia
"Pada dasarnya, kami berada di kantong belakang kejahatan terorganisir dan mengoperasionalkan pencopotan kriminal yang belum pernah kami lihat sebelumnya," ujar Kershaw.
Lihat Juga :