Hamas Klaim Mampu Hancurkan Tel Aviv Israel dengan 130 Rudal Per Menit
Senin, 07 Juni 2021 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
"Israel tidak menghancurkan lebih dari 3 persen terowongan di Gaza. [Metro Hamas] tidak hancur karena kami mencintai tanah kami dan itu mencintai kami kembali," paparnya, seperti dikutip Israel Hayom, Senin (7/6/2021).
Klaim oleh kelompok Hamas itu bertentangan dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), yang mengatakan bahwa mereka menghancurkan lebih dari 100 kilometer (60 mil) terowongan Hamas di Jalur Gaza dalam pertempuran baru-baru ini.
Sinwar mengatakan tujuan strategis Hamas adalah untuk mematahkan harga diri Zionis Israel yang dia sebut musuh kriminal dan arogan.
Baca juga: Korut: Israel Ubah Gaza Jadi 'Rumah Pemotongan Manusia yang Besar'
Dia mencemooh Israel karena membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza. "Negara macam apa ini yang harus membangun tembok seperti itu? Israel ribuan kali lebih lemah daripada rumah seekor laba-laba. Israel adalah negara yang lemah dan goyah," katanya.
Pemimpin Hamas itu juga menyerukan perlunya "mempertahankan" Yerusalem.
"Setiap orang Palestina akan membela kami yang tersisa di Yerusalem dan di Sheikh Jarrah," kata Sinwar.
"Jika konflik pecah lagi—bentuk Timur Tengah akan berubah. Kami telah membuktikan bahwa ada orang-orang yang bersedia mempertahankan Masjid al-Aqsha dan siap membayar harga yang mahal. Kami menggagalkan proyek Zionis, Talmud, dan alkitabiah untuk membagi Masjid Al-Aqsa dalam ruang dan waktu antara Muslim dan Yahudi," imbuh dia.
Klaim oleh kelompok Hamas itu bertentangan dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), yang mengatakan bahwa mereka menghancurkan lebih dari 100 kilometer (60 mil) terowongan Hamas di Jalur Gaza dalam pertempuran baru-baru ini.
Sinwar mengatakan tujuan strategis Hamas adalah untuk mematahkan harga diri Zionis Israel yang dia sebut musuh kriminal dan arogan.
Baca juga: Korut: Israel Ubah Gaza Jadi 'Rumah Pemotongan Manusia yang Besar'
Dia mencemooh Israel karena membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza. "Negara macam apa ini yang harus membangun tembok seperti itu? Israel ribuan kali lebih lemah daripada rumah seekor laba-laba. Israel adalah negara yang lemah dan goyah," katanya.
Pemimpin Hamas itu juga menyerukan perlunya "mempertahankan" Yerusalem.
"Setiap orang Palestina akan membela kami yang tersisa di Yerusalem dan di Sheikh Jarrah," kata Sinwar.
"Jika konflik pecah lagi—bentuk Timur Tengah akan berubah. Kami telah membuktikan bahwa ada orang-orang yang bersedia mempertahankan Masjid al-Aqsha dan siap membayar harga yang mahal. Kami menggagalkan proyek Zionis, Talmud, dan alkitabiah untuk membagi Masjid Al-Aqsa dalam ruang dan waktu antara Muslim dan Yahudi," imbuh dia.
Lihat Juga :