Jerman Blokir Penerbangan Rusia di Tengah Ketegangan Terkait Belarusia
Kamis, 03 Juni 2021 - 10:56 WIB
loading...
Jerman mengumumkan telah memblokir penerbangan Rusia setelah Moskow melakukan hal yang sama untuk dua penerbangan Berlin. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BERLIN - Jerman dan Rusia terlibat perselisihan di tengah ketegangan terkait Belarusia . Jerman mengumumkan telah memblokir penerbangan dari Rusia setelah sebelumnya Moskow melakukan hal yang sama untuk dua penerbangan dari Berlin.
Rusia sebelumnya menolak memberikan izin bagi dua penerbangan milik maskapai Jerman, Lufthansa, yang terbang ke Moskow pada Rabu pagi.
"Karena praktik timbal balik, otoritas Penerbangan Federal juga tidak mengeluarkan izin lebih lanjut untuk penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai Rusia selama otorisasi tertunda di pihak Rusia," kata Kementerian Transportasi Jerman seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (3/6/2021).
Kementerian Jerman mengklarifikasi bahwa setelah izin untuk penerbangan Lufthansa diberikan, maskapai Rusia juga akan diizinkan mendarat di Jerman.
Meskipun tidak secara eksplisit dinyatakan bahwa ketegangan Belarusia menjadi pemicunya, maskapai penerbangan Eropa lainnya seperti Air France harus membatalkan penerbangan ke Rusia minggu lalu karena alasan yang sama, dan bisa jadi karena masing-masing maskapai telah sepakat untuk menghindari terbang di dekat Belarusia.
Baca juga: Rusia Tolak Pesawat Austria Terbang ke Moskow Melewati Belarusia
Uni Eropa mulai memberikan sanksi kepada Belarusia dengan melarang maskapai penerbangan yang berbasis di Eropa untuk menghindari terbang di atas wilayah negara itu. Itu sebagai tindakan Belarusia yang "membajak" pesawat Ryanair dengan ancaman bom untuk menahan seorang jurnalis dan aktivis berusia 26 tahun bernama Raman Pratasevich.
Baca juga: UE Larang Pesawat Melintasi Langit Belarusia Pasca Insiden 'Pembajakan' Ryanair
Sejak itu, Air France, KLM Royal Dutch Airlines, Finnair, Lufthansa, dan Austrian Airlines termasuk di antara banyak yang mulai menghindari Belarusia.
Belarusia bersikukuh membela tindakannya, dan Rusia juga secara terbuka membela negara tetangganya itu. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan dalam konferensi pers awal pekan lalu bahwa pendekatan Belarus untuk menangkap Pratasevich adalah "benar-benar masuk akal."
"Seorang perwakilan dari kementerian luar negeri Belarusia menekankan kesiapan pihak berwenang Belarusia untuk bertindak atas masalah ini secara transparan dan untuk mengikuti semua aturan internasional," ujar Lavrov.
Perdana Menteri Belarusia Roman Golovchenko mengatakan selama pertemuan, Uni Eropa telah membuat keputusan politik untuk memperkenalkan sanksi sektoral dalam upaya nyata untuk merusak ekonomi dan menciptakan kondisi untuk pengulangan upaya kudeta.
"Dalam situasi ini, kami mengandalkan dukungan dari sekutu terdekat kami, Federasi Rusia," ucapnya.
Baca juga: Berseteru dengan Eropa, Presiden Belarusia Dapat Dukungan Putin
Amerika Serikat (AS), Inggris, Uni Eropa, NATO, dan PBB semuanya mengutuk tindakan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dan menuntut penyelidikan internasional, serta pembebasan segera Prataseveich.
Rusia sebelumnya menolak memberikan izin bagi dua penerbangan milik maskapai Jerman, Lufthansa, yang terbang ke Moskow pada Rabu pagi.
"Karena praktik timbal balik, otoritas Penerbangan Federal juga tidak mengeluarkan izin lebih lanjut untuk penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai Rusia selama otorisasi tertunda di pihak Rusia," kata Kementerian Transportasi Jerman seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (3/6/2021).
Kementerian Jerman mengklarifikasi bahwa setelah izin untuk penerbangan Lufthansa diberikan, maskapai Rusia juga akan diizinkan mendarat di Jerman.
Meskipun tidak secara eksplisit dinyatakan bahwa ketegangan Belarusia menjadi pemicunya, maskapai penerbangan Eropa lainnya seperti Air France harus membatalkan penerbangan ke Rusia minggu lalu karena alasan yang sama, dan bisa jadi karena masing-masing maskapai telah sepakat untuk menghindari terbang di dekat Belarusia.
Baca juga: Rusia Tolak Pesawat Austria Terbang ke Moskow Melewati Belarusia
Uni Eropa mulai memberikan sanksi kepada Belarusia dengan melarang maskapai penerbangan yang berbasis di Eropa untuk menghindari terbang di atas wilayah negara itu. Itu sebagai tindakan Belarusia yang "membajak" pesawat Ryanair dengan ancaman bom untuk menahan seorang jurnalis dan aktivis berusia 26 tahun bernama Raman Pratasevich.
Baca juga: UE Larang Pesawat Melintasi Langit Belarusia Pasca Insiden 'Pembajakan' Ryanair
Sejak itu, Air France, KLM Royal Dutch Airlines, Finnair, Lufthansa, dan Austrian Airlines termasuk di antara banyak yang mulai menghindari Belarusia.
Belarusia bersikukuh membela tindakannya, dan Rusia juga secara terbuka membela negara tetangganya itu. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan dalam konferensi pers awal pekan lalu bahwa pendekatan Belarus untuk menangkap Pratasevich adalah "benar-benar masuk akal."
"Seorang perwakilan dari kementerian luar negeri Belarusia menekankan kesiapan pihak berwenang Belarusia untuk bertindak atas masalah ini secara transparan dan untuk mengikuti semua aturan internasional," ujar Lavrov.
Perdana Menteri Belarusia Roman Golovchenko mengatakan selama pertemuan, Uni Eropa telah membuat keputusan politik untuk memperkenalkan sanksi sektoral dalam upaya nyata untuk merusak ekonomi dan menciptakan kondisi untuk pengulangan upaya kudeta.
"Dalam situasi ini, kami mengandalkan dukungan dari sekutu terdekat kami, Federasi Rusia," ucapnya.
Baca juga: Berseteru dengan Eropa, Presiden Belarusia Dapat Dukungan Putin
Amerika Serikat (AS), Inggris, Uni Eropa, NATO, dan PBB semuanya mengutuk tindakan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dan menuntut penyelidikan internasional, serta pembebasan segera Prataseveich.
(ian)
Lihat Juga :