Sidang Parlemen Uni Afrika Berubah Jadi Kekacauan, Anggota Saling Baku Hantam

Selasa, 01 Juni 2021 - 16:59 WIB
loading...
Sidang Parlemen Uni...
Seorang anggota parlemen Uni Afrika melayangkan tendangan terekam kamera. Foto/2oceansvibe.com
A A A
CAPE TOWN - Sidang parlemen Uni Afrika berjalan kacau dan jadi arena baku hantam ketika anggota parlemen saling berebut kotak suara. Sementara itu, seorang pria tampak mengarahkan tendangannya ke seorang perempuan di tengah teriakan bahwa ada orang yang membawa senjata di dalam ruangan.

Sejumlah bentrokan pecah di pertemuan parlemen Uni Afrika (AU) di Midrand, Afrika Selatan (Afsel). Pemicunya adalah ketidaksepakatan atas proses pemilihan presiden baru untuk badan legislatif yang berjalan panas. Adegan itu disiarkan di stasiun televisi nasional Afrika Selatan, SABC. Pemilihan Parlemen Pan-Afrika ditunda sementara para pemimpin mencari jalan keluar.

Pemilihan telah ditunda Kamis lalu ketika seorang anggota staf yang bekerja di tempat dekat Johannesburg dinyatakan positif mengidap virus Corona baru. Tapi pertemuan pekan lalu itu juga pertama kali mengungkap ketegangan ketika anggota parlemen Afrika Selatan Julius Malema terdengar mengancam anggota parlemen asal Mali Ali Kone di tengah sidang.

“Aku akan membunuhmu di luar. Di luar ruangan ini, aku akan membunuhmu. Aku akan membunuhmu,” ujar Malema, seorang pemimpin partai oposisi sayap kiri di Afrika Selatan yang terkenal berapi-api, sambil menudingkan jarinya ke Kone seperti dikutip dari AP, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Terulang Kedua Kali, Anggota Parlemen Kanada Terlihat Kencing Saat Rapat Zoom

Itu semua berasal dari ketidaksepakatan antara satu blok negara dari Afrika Barat dan blok dari Afrika selatan mengenai apakah kepresidenan harus bergerak di berbagai wilayah Afrika secara bergilir. Dua presiden terakhir Parlemen Pan-Afrika berasal dari Afrika Barat dan tidak pernah ada presiden dari selatan dalam sejarah singkat parlemen, yang muncul pada tahun 2004.

Saat amarah kembali meradang pada Senin, anggota parlemen bergulat di atas kotak suara putih di depan ruangan yang dimaksudkan untuk menyimpan surat suara untuk pemilihan. Pertama-tama dua orang perempuan memperebutkan kotak itu, mencoba merenggutnya dari tangan satu sama lain. Anggota parlemen lainnya kemudian bergabung dalam pergumulan.

Kemudian, seorang anggota parlemen laki-laki yang marah merobek jasnya dan mengarahkan tendangan ke arah anggota perempuan yang diketahui bernama Pemmy Majodina dari Afrika Selatan. Anggota parlemen yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan bahwa dia tidak mencoba untuk menendang Majodina tetapi mencoba untuk menendang ponsel dari tangan anggota parlemen lain yang merekam kekacauan.

"Ini situasi yang cukup kasar dan kacau sekarang, dan masalahnya adalah tentang pemilihan dan prinsip rotasi," kata Majodina kepada SABC.

Baca juga: Irlandia Kutuk 'Aneksasi de Facto' Israel Atas Palestina

Saat kekacauan terjadi, anggota parlemen lainnya berteriak ke mikrofon mereka bahwa ada "orang bersenjata di ruangan itu" dan berulang kali memanggil polisi serta keamanan. Mereka mengklaim bahwa mereka diancam oleh sekelompok orang Afrika Selatan dengan senjata. Majodina mengatakan tidak ada senjata di ruangan itu.

Ahli hubungan Afrika dan internasional Dr. Charles Sinkala mengatakan kepada SABC bahwa adegan yang disiarkan di televisi Afrika Selatan itu memalukan.

"Kami tidak mengharapkan pemimpin terpilih untuk berperilaku mengerikan seperti itu," katanya.

"Lihat rekamannya ... orang dewasalah yang membutuhkan pengawasan orang dewasa," tegasnya.

Baca juga: Protes Serangan ke Gaza, Anggota Parlemen Desak Irlandia Usir Dubes Israel
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedubes Iran di Afrika...
Kedubes Iran di Afrika Selatan Ejek Trump Terkait Rilis Dokumen Rahasia UFO
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Wabah Hantavirus Serang...
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Orang Tewas
Afrika Selatan Usir...
Afrika Selatan Usir Diplomat Israel, Harus Pergi dalam 72 Jam
Siapa Yoweri Museveni?...
Siapa Yoweri Museveni? Mantan Bintang Pop yang Sudah Berkuasa 40 Tahun di Uganda
Bak Perang Antar Geng...
Bak Perang Antar Geng Kriminal, 12 Orang Tembaki Bar di Afrika Selatan Tewaskan 9 Orang
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar The Future of Jakarta: JAKI Smart City Innovation & Digital Public Service, Kupas Inovasi Layanan Publik Digital
Berita Terkini
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Infografis
9 IAIN Berubah Jadi...
9 IAIN Berubah Jadi UIN, Ini Daftar 11 PTKN yang Beralih Status
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved