Senator AS Ajukan RUU untuk Sanksi Pendukung Hamas dan Jihad Islam

Sabtu, 29 Mei 2021 - 02:39 WIB
loading...
Senator AS Ajukan RUU...
Senator AS mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang menjatuhkan sanksi bagi pendukung kelompok Hamas dan Jihad Islam. Foto/AP
A A A
WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS) Marco Rubio, bersama 15 anggota parlemen Republik lainnya,mengajukan kembali rancangan undang-undang (RUU) yang akan menjatuhkan sanksi pada individu dan entitas yang mendukung Hamas atau organisasi Palestina lainnya. Demmikian pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Rubio dalam siaran persnya.

"RUU ini akan menjatuhkan sanksi terhadap individu, entitas, dan pemerintah asing yang memberikan dukungan kepada Hamas, Jihad Islam Palestina, dan kelompok teroris Palestina lainnya yang hanya menghabiskan berminggu-minggu meluncurkan lebih dari 4.000 roket ke warga sipil Israel ," bunyi rilis itu seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (29/5/2021).

RUU tersebut, yang dikenal sebagai Undang-Undang Pencegahan Dukungan Terorisme Internasional Palestina, juga mengharuskan presiden untuk menyerahkan penilaian kepada Kongres mengenai apakah negara lain cukup berbuat untuk melawan penggalangan dana, pembiayaan, pencucian uang, dan bentuk dukungan lain untuk kelompok teroris Palestina.

Rubio, Wakil Ketua Komite Seleksi Senat untuk Intelijen dan anggota peringkat Komite Senat untuk Hubungan Luar Negeri, memimpin pengenalan kembali RUU tersebut, dengan alasan perlunya meminta pertanggungjawaban pendukung organisasi semacam itu setelah konflik baru-baru ini antara pasukan Palestina dan Israel.

Sebelumnya, dalam kunjungan selama tiga hari ke Timur Tengah, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menegaskan kelompok Islam Hamas tidak boleh mendapat keuntungan dari upaya bantuan yang dijanjikan Washington. AS berjanji memberikan USD5,5 juta dalam bantuan bencana segera untuk Gaza dan USD32 juta untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA).

Dia menegaskan kembali bahwa AS akan bekerja sama dengan mitranya untuk memastikan bahwa Hamas tidak mendapatkan keuntungan dari upaya rekonstruksi ini. AS telah menganggap Hamas sebagai kelompok teroris.

Baca juga: Menlu AS: Solusi Dua Negara Satu-satunya Jalan Bagi Israel-Palestina

Awal bulan ini, Israel dan Jalur Gaza mengalami gejolak ketegangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir, saling tembak-menembak dengan korban yang tercatat dari kedua sisi konflik. Di Israel 12 orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka parah. Korban tewas di antara warga Palestina di Jalur Gaza, Yerusalem, dan Tepi Barat mencapai 270, termasuk wanita dan anak-anak. Pekan lalu, Israel dan gerakan Islam Hamas menyetujui gencatan senjata yang ditengahi Mesir.

Perang selama 11 hari sendiri dipicu oleh bentrokan berminggu-minggu di Yerusalem antara polisi Israel dan pengunjuk rasa Palestina di dalam dan sekitar Masjid Al-Aqsa. Protes itu ditujukan pada kebijakan Israel di daerah itu selama bulan suci Ramadhan dan ancaman penggusuran puluhan keluarga Palestina oleh pemukim Yahudi.

Baca juga: Bahas Gencatan Senjata, Mesir Undang Hamas, Palestina dan Israel
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
AS Rayakan Kemerdekaan...
AS Rayakan Kemerdekaan ke-250, Trump Gelar Parade dan Kembang Api Besar-Besaran
Ngeri! Baku Tembak 2...
Ngeri! Baku Tembak 2 Kelompok Pemuda di Mal, 2 Orang Tewas
Rekomendasi
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Berita Terkini
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved