Dewan HAM PBB Akan Investigasi Kekerasan Israel di Jalur Gaza

Jum'at, 28 Mei 2021 - 02:44 WIB
loading...
Dewan HAM PBB Akan Investigasi...
Dewan HAM PBB akan melakukan penyelidikan kekerasan di Jalur Gaza. Foto/Arab News
A A A
JENEWA - Dewan HAM PBB sepakat untuk menyelidiki kekerasan dalam konflik baru-baru ini antara Israel dan Hamas . Badan tersebut menyetujui resolusi, yang diajukan oleh sekelompok negara Islam, dengan 24 suara berbanding sembilan.

Resolusi, yang dibawa oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan delegasi Palestina , menyerukan Komisi Penyelidikan permanen dibentuk untuk melaporkan pelanggaran hak di Israel, Tepi Barat dan Jalur Gaza .

Resolusi ini juga menyerukan penyelidikan atas semua akar penyebab ketegangan yang berulang, ketidakstabilan dan berlarut-larutnya konflik.

Sembilan anggota, termasuk beberapa negara Barat, memberikan suara menentang resolusi tersebut dan 14 lainnya abstain.

Sementara itu Amerika Serikat (AS), yang hanya berstatus pengamat di dewan, tak ambil bagian dalam debat tersebut. Tetapi misinya ke PBB di Jenewa mengeluarkan pernyataan setelah pemungutan suara, yang mengatakan sangat menyesali langkah tersebut.

"Sangat disayangkan bahwa sementara kami dan orang lain telah bekerja untuk menegakkan dan memperkuat gencatan senjata, memastikan bantuan kemanusiaan ke Gaza, dan melanjutkan kerja keras diskusi tentang bagaimana mencapai perdamaian abadi, beberapa anggota Dewan Hak Asasi Manusia telah memilih. untuk terlibat dalam gangguan yang tidak menambah upaya diplomatik dan kemanusiaan yang sedang berlangsung," bunyi pernyataan itu.

"Tindakan hari ini malah akan membahayakan kemajuan yang telah dibuat dalam beberapa pekan terakhir," sambung seperti dikutip dari BBC, Jumat (28/5/2021).

Israel juga mengutuk pemungutan suara itu sebagai upaya untuk "menutupi kejahatan yang dilakukan oleh Hamas", dan mengatakan tidak akan bekerja sama.

Hamas, sementara itu, menyerukan langkah segera untuk menghukum Israel.

Sebelumnya saat membuka sidang, kepala dewan hak asasi manusia PBB Michele Bachelet mengatakan dia prihatin dengan tingginya tingkat korban di Gaza dan memperingatkan bahwa serangan Israel mungkin merupakan kejahatan perang.

Baca juga: Dewan HAM: Serangan Terbaru Israel ke Gaza Masuk Kategori Kejahatan Perang

Dia juga menggambarkan tembakan roket Hamas ke Israel sebagai tanpa pandang bulu dan merupakan "pelanggaran yang jelas" terhadap hukum humaniter internasional.

Pemungutan suara itu dilakukan setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyelesaikan tur tiga harinya di Timur Tengah.

Pada hari Selasa ia mengunjungi Tepi Barat, menyerukan agar gencatan senjata diperkuat dan menjanjikan bantuan untuk membangun kembali Gaza.

Dia mengatakan AS sedang bekerja dengan komunitas internasional, Otoritas Palestina dan Israel untuk membantu dalam upaya bantuan dan pemulihan di Gaza, termasuk dana USD5,5 juta dalam bentuk bantuan bencana segera.

Baca juga: AS Sumbang Palestina Rp1 Triliun, Konsulat AS Buka Lagi di Yerusalem

Sebelumnya Blinken menegaskan kembali "komitmen kuat" AS untuk keamanan Israel.

Setidaknya 242 orang tewas di Gaza dan 13 tewas di Israel dalam pertempuran sengit selama 11 hari yang berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Mesir pada hari Jumat pekan lalu.

Kekerasan itu terjadi setelah berminggu-minggu ketegangan antara Israel-Palestina yang meningkat di Yerusalem Timur yang diduduki yang berpuncak pada bentrokan di situs suci yang dihormati oleh Muslim dan Yahudi.

Hamas mulai menembakkan roket ke Israel setelah sebelumnya memperingatkan negara Zionis itu untuk menarik diri dari Masjid Al-Aqsa, memicu serangan udara balasan dari Israel dengan sasaran Gaza.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay: Lebih dari Olahraga, Ini Hari Bersejarah!
Rekomendasi
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
4 Jenis Sujud dalam...
4 Jenis Sujud dalam Islam Lengkap dengan Bacaan Doa dan Waktu Pelaksanaannya
HUT Ke-80 Bhayangkara,...
HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo: Polri Harus Jadi Kompas Setiap Insan Bhayangkara
Berita Terkini
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved