Murid-murid Dukung Palestina, Sejumlah Guru Diancam Dipecat di Inggris

Kamis, 27 Mei 2021 - 09:31 WIB
loading...
Murid-murid Dukung Palestina,...
Polisi menghadang demonstran di depan pintu masuk Kedubes Israel saat unjuk rasa di London, Inggris, 9 Mei 2021. Foto/anadolu
A A A
LONDON - Para orang tua dan murid melawan upaya menekan aksi solidaritas pada Palestina setelah serangan militer terbaru Israel terhadap Gaza.

Agresi Israel telah menewaskan lebih dari 250 orang, termasuk 66 anak-anak, 39 wanita dan 17 orang lanjut usia.

Di salah satu sekolah Inggris di Midlands, ratusan orang mendesak agar seorang anggota staf pengajar dipecat karena para siswa mendukung Palestina.

Baca juga: Bos Hizbullah Lebanon: Serangan ke Yerusalem Berarti Perang Regional

Seorang anggota staf di Akademi De Ferrers, akademi menengah di Burton upon Trent, dituduh memerintahkan murid-murid yang menggambar bendera Palestina di tangan mereka untuk mencucinya sampai bersih.

Baca juga: Calon Bos Angkatan Udara AS Janji Setop Produksi Suku Cadang F-35 di Turki

Menurut media lokal Staffordshire Live, “Guru itu juga menyuruh murid-muridnya pergi."

Baca juga: Software Deteksi Emosi AI Dites pada Etnis Uighur di Xinjiang

Murid lain menghubungi Staffordshire Live untuk mengklaim bahwa sebenarnya kata-kata "Palestina Merdeka" yang ditulis oleh dua gadis Kelas Delapan itulah yang membuat mereka mendapat masalah.

Akademi De Ferrers telah berjanji menyelidiki insiden tersebut. Seorang juru bicara kepercayaan akademi yang menjalankan sekolah, mengatakan, "Akhir pekan lalu, para pemimpin sekolah di Akademi De Ferrers diberi tahu bahwa seorang murid merasa bahwa mereka telah diajak bicara secara tidak pantas oleh seorang anggota staf yang berurusan dengan masalah perilaku.”

“Pimpinan sekolah bahkan tidak punya waktu untuk menyelidiki masalah ini sebelum banyak unggahan yang sangat tidak menyenangkan dan tidak dapat diterima dibuat tentang hal itu di media sosial," papar juru bicara itu.

Para wali murid bersikeras bahwa mereka selalu menanggapi keluhan formal dengan serius agar keluhan apa pun diselesaikan secepat dan seadil mungkin.

"De Ferrers Trust dan De Ferrers Academy selalu meminta agar masalah seperti itu ditangani secara resmi melalui kebijakan keluhan kami, bukan secara publik melalui media sosial seperti Facebook atau Twitter," ungkap pernyataan sekolah itu.

Dijelaskan bahwa lembaga pendidikan dan para staf memiliki tugas kepedulian kepada semua pihak yang terlibat.

"Semua keluhan formal dalam bentuk apa pun (dengan demikian) ditangani secara rahasia. Oleh karena itu, kami meminta dan mengharapkan komunitas kami untuk menjaga kerahasiaan ini juga," ungkap pernyataan sekolah itu.

Insiden yang diduga terjadi setelah sebelas hari pemboman Israel di Jalur Gaza yang terkepung.

Unjuk rasa telah diadakan di penjuru Inggris sebagai solidaritas dengan rakyat Palestina, dengan salah satu demonstrasi terbesar yang pernah ada di negara itu diadakan di London.

Sejumlah sekolah di seluruh negeri telah menyaksikan murid-muridnya menunjukkan solidaritas dengan perjuangan Palestina.

Secara keseluruhan aksi solidaritas para murid itu tidak diperhatikan, tetapi sejumlah sekolah telah mencurigai simpati seperti itu kepada rakyat Palestina.

Berbagai kelompok hak asasi manusia menyatakan rakyat Palestina hidup dalam sistem apartheid yang dipaksakan oleh negara penjajahan Israel.

Kepala sekolah Allerton Grange School di Leeds, misalnya, memicu kemarahan setelah memberi tahu murid-muridnya bahwa bendera Palestina dapat dipandang sebagai "seruan untuk mempersenjatai".

Dia membuat komentar tersebut selama pertemuan setelah sekelompok murid didisiplinkan karena mengenakan lanyard dengan gambar atau simbol bendera Palestina.

Rekaman pertemuan itu kemudian dibagikan di media sosial, yang mendapat banyak kritik dari publik dan netizen.

Pada Senin, sekitar dua puluh pengunjuk rasa berdiri di luar Sekolah Allerton Grange sambil mengibarkan bendera Palestina dan memainkan musik.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Berita Terkini
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved