Bersitegang, Putin dan Biden Bakal Bertemu di Jenewa 16 Juni

Rabu, 26 Mei 2021 - 02:46 WIB
loading...
Bersitegang, Putin dan...
Vladimir Putin (kanan) bersalaman dengan Joe Biden di Moskow, 10 Maret 2011. Saat itu, Putin menjabat sebagai Perdana Menteri Rusia dan Biden menjabat Wakil Presiden AS. Foto/REUTERS/Alexander Natruskin
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sepakat bertemu di Jenewa, Swiss, pada 16 Juni mendatang. Rencana pertemuan ini disepakati kedua pihak setelah Moskow dan Washington bersitegang dalam berbagai masalah.

Swiss dipilih menjadi lokasi pertemuan karena negara itu secara tradisional netral, yakni bukan anggota blok militer besar mana pun.

Baca juga: Terungkap, Iron Dome Israel Tembak Jatuh Pesawat Nirawak Israel saat Bombardir Gaza

Kremlin dan Gedung Putih pada Selasa (25/5/2021) kompak mengatakan Biden dan Putin akan mengadakan pertemuan puncak bilateral di Jenewa. Kota tersebut menjadi tuan rumah bagi banyak organisasi internasional dan sering kali menawarkan platform pihak ketiga untuk berbagai pertemuan.

"Sesuai dengan kesepakatan yang dicapai (dengan Washington), Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin akan mengadakan pembicaraan di Jenewa pada 16 Juni dengan Presiden Amerika Serikat, Joseph Biden," bunyi pengumuman Kremlin.

"Ini dimaksudkan untuk membahas keadaan hubungan Rusia-Amerika saat ini, dan prospek pengembangan lebih lanjut, serta masalah stabilitas strategis dan isu-isu topikal dalam agenda internasional, termasuk kerjasama dalam memerangi pandemi virus Corona dan penyelesaian konflik regional," lanjut Kremlin seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (26/5/2021).

Sedangkan Gedung Putih mengatakan, "Presiden Biden akan bertemu dengan Presiden Putin di Jenewa, Swiss pada 16 Juni 2021."

"Para pemimpin akan membahas berbagai masalah mendesak, karena kami berusaha memulihkan prediktabilitas dan stabilitas hubungan AS-Rusia," lanjut pernyataan Gedung Putih.

Meskipun ini bukan pertama kalinya para politisi bertemu secara langsung, semua pertemuan sebelumnya terjadi sebelum Biden terpilih sebagai presiden Amerika.

Kedua pemimpin ini memiliki beragam topik yang sulit untuk dibahas, mengingat hubungan AS dan Rusia saat ini berada di titik terendah dalam beberapa dekade.

Menunjukkan hubungan yang tegang adalah pernyataan Presiden Biden pada bulan Maret, ketika dalam sebuah wawancara dia setuju bahwa Putin adalah seorang "pembunuh".

Presiden Rusia menanggapi dengan berharap mitranya diberi kesehatan yang baik dan mengutip ucapan pengabaian khas anak-anak Rusia yang berbunyi; "Apa pun yang Anda katakan [tentang orang lain] adalah apa yang [pada] Anda sendiri".

Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG

Pemerintahan Biden menuduh Rusia melakukan berbagai tindakan jahat, mulai dari meretas jaringan komputer Amerika, memiliterisasi wilayah Arktik, hingga "mempersenjatai" vaksinnya yang melawan COVID-19 untuk merugikan kepentingan AS dan sekutunya.

Moskow mengatakan justru Washington yang telah mencoba untuk merugikan ekonomi Rusia dengan sanksi tidak berdasar dan tuduhan politik karena tidak dapat mentoleransi pemerintah yang mengejar kebijakan berdaulat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Presiden Nikaragua Daniel...
Presiden Nikaragua Daniel Ortega Hapus Pemilu di Negaranya, Ini Alasannya
Rekomendasi
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Berita Terkini
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved