Sempat Dibuka, Israel Tutup Perbatasan Gaza Setelah Serangan Mortir

loading...
Sempat Dibuka, Israel Tutup Perbatasan Gaza Setelah Serangan Mortir
Israel tutup perbatasan Jalur Gaza setelah serangan mortir menghantam negara itu. Foto/Ilustrasi
GAZA - Israel kembali menutup perbatasan utama ke Jalur Gaza setelah gerilyawan Palestina menembakkan mortir dan roket ke Israel selatan. Dua orang - diyakini pekerja pertanian asal Thailand - tewas dan 10 lainnya luka-luka di pihak Israel.

Sebelumnya pada hari Selasa, Israel membuka penyeberangan Kerem Shalom untuk memungkinkan bantuan masuk ke Gaza. PBB menyambut baik keputusan tersebut, tetapi juga mendesak Israel untuk membuka penyeberangan utama Erez, sehingga pekerja kemanusiaan, serta pasokan, dapat masuk.

Namun, saat konvoi truk bantuan memasuki Gaza, militan Palestina menembakkan mortir ke daerah tersebut. Dua warga Thailand yang bekerja di sebuah pertanian 14km dari perbatasan tewas.



Sementara itu seorang tentara Israel terluka ringan oleh tembakan mortir Palestina di dekat persimpangan Erez antara Gaza dan Israel.

"Seorang tentara Israel di dekat Erez terluka ringan," kata militer Israel seperti dikutip dari BBC, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Pejuang Palestina Serang Kapal Perang Israel di Lepas Pantai Gaza

Alhasil, Israel kembali menutup penyeberangan.

Seorang juru bicara PBB mengatakan penyeberangan Kerem Shalom dengan Israel adalah jalur penting untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Sementara itu di perbatasan Rafah dengan Mesir, satu-satunya pintu masuk ke Gaza yang tidak dikuasai Israel, konvoi terpisah yang terdiri dari 15 truk pengangkut bahan bakar dan 18 truk bermuatan makanan dan obat-obatan memasuki wilayah tersebut.

Pasukan Israel kembali menembaki Gaza pada Selasa, hari kesembilan sejak kekerasan saat ini dimulai, sementara gerilyawan Palestina menembakkan rentetan mortir ke Israel.



Israel mengatakan setidaknya 150 militan termasuk di antara mereka yang tewas di Jalur Gaza . Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai wilayah tersebut, tidak memberikan angka korban jiwa bagi para pejuang.

Setidaknya 213 orang, termasuk hampir 100 wanita dan anak-anak, telah tewas di Gaza, menurut kementerian kesehatannya. Di Israel 12 orang, termasuk dua anak, telah tewas, kata layanan medisnya.

Baca juga: Korban Tewas Serangan Israel ke Gaza Meningkat Jadi 213, 61 Anak-anak
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top