Tentara Israel Rilis Video Propaganda, Mengemis Simpati Barat

loading...
Tentara Israel Rilis Video Propaganda, Mengemis Simpati Barat
Bagian depan video propaganda Israel untuk mengemis simpati Barat. Foto/twitter
TEL AVIV - Tentara Israel memposting video propaganda di Twitter tadi malam yang ditujukan untuk mengemis simpati dari orang-orang Barat.

Video berjudul “Israel Under Attack” tersebut mengklaim Israel "diserang", dan membayangkan jika London, Paris, atau Washington yang sedang diserang.

"Bagaimana jika itu Washington, Paris, London?" video itu bertanya kepada para penonton.



Baca juga: Bintang Wonder Woman Gal Gadot Komentari Perang Gaza, Netizen: Munafik!

Postingan video Twitter tersebut disertai dengan musik dramatis, dan cuplikan kerusuhan di Ashkelon, Tel Aviv, Yerusalem, Yehud, dan "seluruh Israel" yang "diserang".

Baca juga: Inilah Daftar Senjata Milik Hamas dan Israel untuk Saling Serang

Ketegangan berkobar di Yerusalem setelah pengusiran paksa oleh Israel terhadap keluarga Palestina di lingkungan Yerusalem Timur, Sheikh Jarrah.

Baca juga: Omer Tabib, Tentara Pertama Israel yang Tewas Dihantam Rudal Anti-Tank Hamas

Pengusiran paksa disertai kekerasan itu diakui pejabat Israel sebagai upaya untuk "melestarikan identitas Yahudi di Yerusalem".

Pemukim ekstremis berbaris di penjuru kota Yerusalem pada "Hari Yerusalem" untuk merayakan pendudukan Yerusalem tahun 1967 oleh pasukan Israel.



Para pemukim Yahudi itu meneriakkan slogan-slogan seperti "kematian bagi orang Arab".

Tentara Israel kemudian meluncurkan serangan brutal ke bagian dalam Masjid Al Aqsa sementara jamaah melakukan sholat.

Tentara Israel melepaskan gas air mata dan granat kejut dalam aksi yang menodai kesucian Masjid Al Aqsa itu.

Israel telah melancarkan serangan udara dan darat di Gaza, sejauh ini menewaskan 109 warga Palestina, dan melukai ratusan orang lainnya, termasuk 86 anak-anak, menurut data Al Jazeera.

Hamas sebagai pembalasan telah meluncurkan ratusan roket di wilayah Israel, yang sebagian besar telah dicegat sistem pertahanan rudal Israel Iron Dome.

Hamas kemudian mengusulkan gencatan senjata yang ditolak Israel dengan mengatakan tidak akan menerima gencatan senjata apa pun sampai mencapai "tujuan militer pasti".

Geng-geng Yahudi sayap kanan ekstremis saat ini berkeliaran di jalan-jalan menyerang orang-orang Palestina. Kelompok Yahudi itu berpartisipasi dalam apa yang disebut "hukuman mati".
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top