Menghancurkan Mitos 'Perisai Manusia' Palestina di Gaza

Kamis, 13 Mei 2021 - 21:05 WIB
loading...
A A A
"Hukum internasional didasarkan pada prinsip pembedaan di mana militer dan militan harus membedakan antara kombatan yang dapat dibunuh menurut hukum dan warga sipil yang harus dilindungi," jelas Profesor Gordon.

"Dan jika Israel akhirnya membunuh banyak warga sipil di Jalur Gaza, maka ia dapat dituduh melakukan kejahatan perang karena tidak mengamankan perlindungan warga sipil," tegasnya.

Seorang pejabat Hamas Ghazi Hamad pada saat konflik 2014 mengatakan bahwa para pejuang memastikan bahwa roket ditembakkan setidaknya 200-300 meter dari sekolah atau rumah sakit - jaraknya dua kali ukuran lapangan sepak bola.

Bagaimanapun, aktivis hak asasi mengatakan bahwa alasan Israel menargetkan rumah dan sekolah tidak dibenarkan ketika warga Gaza yang terkepung tidak punya tempat tujuan.

“Tidak ada tempat perlindungan bom atau fasilitas perlindungan bagi 1,8 juta orang Gaza, dan tidak ada tempat di Jalur itu yang benar-benar aman selama permusuhan,” kata AI.

Baca juga: Israel dan Hamas Konflik Sengit, Ini Sikap Presiden Jokowi

Perlu dicatat di sini bahwa Gaza berpenduduk padat, meskipun masih diperdebatkan apakah itu salah satu tempat 'terpadat' di bumi. Tapi Kota Gaza, target favorit serangan Israel, menurut semua dokumen, adalah kota terpadat di dunia.

Dengan menggunakan argumen perisai manusia, Israel di masa lalu telah membom infrastruktur seperti satu-satunya pembangkit listrik di Gaza untuk memberikan hukuman kolektif pada warga Palestina.

Profesor Gordon mengatakan bahwa seperangkat undang-undang termasuk Konvensi Jenewa yang menangani masalah perisai manusia cenderung mendukung militer yang dominan - yang dalam kasus ini adalah Israel.

“Penafsiran itu dalam pikiran saya bermasalah. Hukum itu sendiri berpusat pada negara bagian. Ia lebih memilih aktor negara daripada aktor non-negara. Karena Hamas adalah aktor non-negara, hukum sebenarnya melarangnya," tukasnya.

Baca juga: Demonstran Pro Palestina dan Israel Bentrok di New York
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
AS Akui Rudal Iran Makin...
AS Akui Rudal Iran Makin Canggih, Gagal Dicegat Sistem Pertahanan
Rekomendasi
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved