Menghancurkan Mitos 'Perisai Manusia' Palestina di Gaza

Kamis, 13 Mei 2021 - 21:05 WIB
loading...
Menghancurkan Mitos...
Jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza terus bertambah. Label kelompok Hamas menggunakan Perisai Manusia pun dipertanyakan. Foto/Al Jazeera
A A A
GAZA - Ketika korban tewas warga sipil di Jalur Gaza meningkat, kiasan lama yang sama tentang 'perisai manusia' Palestina mulai menyebar. Tapi apa kenyataannya?

Ketika Israel menggunakan kekuatan yang tidak proporsional terhadap warga Palestina, mengerahkan jet tempurnya untuk membom bangunan di Gaza yang terkepung, sebuah narasi sedang diputar tentang bagaimana pejuang Palestina menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Di Twitter dan platform media sosial lainnya, komentator dan pejabat Israel dengan penuh semangat mendorong garis ini seiring dengan peningkatan pemboman di mana 48 warga Palestina, banyak dari mereka warga sipil, telah terbunuh hingga Rabu pagi. Lebih dari 300 orang juga terluka.



Sekelompok militan di Gaza, yang melakukan beberapa tingkat perlawanan, telah membalas agresi Israel dengan roket rakitan yang ditembakkan ke lingkungan Israel. Lima orang Israel tewas dalam serangan roket itu, kata para pejabat.

Israel telah berulang kali menggunakan argumen perisai manusia sipil untuk melepaskan kekuatan udaranya yang didukung Amerika Serikat (AS) di Gaza di mana bahkan kebutuhan dasar harus diselundupkan karena blokade Israel, yang telah mempengaruhi lebih dari 1,8 juta orang selama 14 tahun.

"Apa yang telah dilakukan Israel di masa lalu - dan saya sudah dapat melihat di beberapa feeds Twitter yang sedang dilakukannya sekarang - adalah bahwa mereka mentransmisikan dan membingkai warga sipil yang dibunuhnya di Gaza tidak hanya sebagai warga sipil tetapi juga perisai manusia," kata Neve Gordon, seorang profesor hukum internasional dan hak asasi manusia di Queen Mary University of London.

“Hukum internasional mengatakan bahwa menggunakan perisai manusia adalah tidak sah. Dengan cara ini Israel menempatkan kesalahan atas kematian warga sipil yang telah dibunuh di pundak Hamas," imbuhnya seperti dilansir dari TRT World, Kamis (13/5/2021).

Serangan Israel tahun 2014 ke Gaza di mana lebih dari 2.100 warga Palestina - dua pertiga dari mereka warga sipil - tewas melihat upaya serupa oleh Tel Aviv untuk menyalahkan Hamas dan kelompok lain atas korban sipil yang tinggi.

Baca juga: Presiden Palestina Batalkan Perayaan Idul Fitri setelah Agresi Israel

Selama krisis saat ini, komunitas internasional sering kali dipaksa untuk bergantung pada fakta-fakta yang diberikan oleh Israel karena mereka secara ketat mengontrol akses penyelidik independen dan pekerja kemanusiaan ke Gaza, wilayah pesisir yang ingin dimasukkan oleh warga Palestina dalam negara mereka sendiri di masa depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Israel Ternyata Ditolong...
Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
Israel Pecat Wakil Bos...
Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Operasi Runtuhkan Rezim Iran
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Iran Klaim 70% Serangannya...
Iran Klaim 70% Serangannya Hantam Target Pangkalan AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved