Turki pada AS: Sejak Kapan Bantai Warga Sipil Jadi Bentuk Pembelaan Diri!

Kamis, 13 Mei 2021 - 12:38 WIB
loading...
Turki pada AS: Sejak...
Turki melemparkan kecaman keras atas pernyataan Amerika Serikat (AS) yang menyebut serangan ke Gaza adalah bentuk pembelaan diri. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Turki melemparkan kecaman keras ataspernyataan Amerika Serikat (AS) yang menyebut serangan ke Gaza adalah bentuk pembelaan diri. Ankara menegaskan, sejak kapan membantai warga sipil tidak bersalah adalah bentuk pembelaan diri.

"Membantai warga sipil. Memaksa warga Palestina meninggalkan rumah mereka dan menduduki tanah mereka. Menyerang masjid. Membunuh anak-anak yang tidak bersalah. Sejak kapan semua kekejaman itu dianggap sebagai pembelaan diri?" kata Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Fahrettin Altun.

"Apakah AS tidak bereaksi terhadap pembantaian dan aksi teroris ini?" tanya Altun di akun Twitternya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (13/5/2021). Baca juga: Sebut Pertahanan Diri, AS Nyatakan Dukung Serangan Israel ke Gaza

Ketegangan meningkat di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur sejak pekan lalu, ketika pengadilan Israel memerintahkan penggusuran keluarga Palestina, yang kemudian ditunda.

Warga Palestina menunjukan solidaritas dengan penduduk Sheikh Jarrah dengan melakukan aksi demonstrasi, yang mendapat respon keras pasukan Israel. Baca juga: Erdogan Kecam Israel: Serangan terhadap Masjid Al-Aqsa Adalah Serangan terhadap Kami

Hamas kemudian merespon dengan melancarkan serangan rudal terhadap Israel. Tel Aviv kemudian membalas, dengan melancarkan serangan membabi buta terhadap Gaza yang menyebabkan puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Ruben Onsu Syok Lihat...
Ruben Onsu Syok Lihat Betrand Peto Menangis, Siap Ajak Onyo Bicara dari Hati ke Hati
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara
Berita Terkini
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Infografis
Standar Ganda AS pada...
Standar Ganda AS pada Pembelian S-400 oleh Turki dan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved