Vokal, Rusia Usir Sekretaris Pers Kedutaan Besar AS
Rabu, 12 Mei 2021 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Pada bulan April, Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa 10 diplomat Rusia akan diusir dari Washington. Moskow telah berupaya menyusun daftar namanya sendiri sebagai tanggapan.
Keputusan itu diajukan oleh Gedung Putih sebagai respons atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2020 dan mengklaim negara itu berada di balik kasus spionase siber SolarWinds yang kolosal. Kremlin membantah kedua tuduhan itu.
Baca juga: Pakar: Pengeluaran Super Besar Militer AS Bisa Ganggu Stabilitas Global
Sejumlah negara lain telah mengusir diplomat Rusia dan melihat perwakilan mereka sendiri disuruh meninggalkan Moskow dalam beberapa pekan terakhir. Republik Ceko, Bulgaria, dan negara-negara Baltik termasuk di antara negara yang telah memerintahkan kepulangan diplomatnya atas klaim Praha bahwa badan keamanan Rusia terlibat dalam ledakan depot amunisi tahun 2014 di negara tersebut.
Kedutaan Besar AS di Moskow telah mengatakan tingkat kepegawaiannya yang berkurang dan larangan mempekerjakan orang Rusia akan berdampak buruk pada fungsi intinya. Pada bulan April, mereka mengumumkan tidak akan lagi mengeluarkan visa non-imigran ke Rusia kecuali dalam "keadaan darurat hidup atau mati". Kementerian Luar Negeri Moskow pada saat itu mengatakan bahwa peringatan itu tampak seperti manifestasi dari archaisme dan inefisiensi layanan konsuler dan diplomatik Amerika.
Keputusan itu diajukan oleh Gedung Putih sebagai respons atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2020 dan mengklaim negara itu berada di balik kasus spionase siber SolarWinds yang kolosal. Kremlin membantah kedua tuduhan itu.
Baca juga: Pakar: Pengeluaran Super Besar Militer AS Bisa Ganggu Stabilitas Global
Sejumlah negara lain telah mengusir diplomat Rusia dan melihat perwakilan mereka sendiri disuruh meninggalkan Moskow dalam beberapa pekan terakhir. Republik Ceko, Bulgaria, dan negara-negara Baltik termasuk di antara negara yang telah memerintahkan kepulangan diplomatnya atas klaim Praha bahwa badan keamanan Rusia terlibat dalam ledakan depot amunisi tahun 2014 di negara tersebut.
Kedutaan Besar AS di Moskow telah mengatakan tingkat kepegawaiannya yang berkurang dan larangan mempekerjakan orang Rusia akan berdampak buruk pada fungsi intinya. Pada bulan April, mereka mengumumkan tidak akan lagi mengeluarkan visa non-imigran ke Rusia kecuali dalam "keadaan darurat hidup atau mati". Kementerian Luar Negeri Moskow pada saat itu mengatakan bahwa peringatan itu tampak seperti manifestasi dari archaisme dan inefisiensi layanan konsuler dan diplomatik Amerika.
(ian)
Lihat Juga :