UNICEF: Virus Corona Menyebar Seperti 'Api' di India
Sabtu, 08 Mei 2021 - 09:27 WIB
loading...
A
A
A
Pejabat PBB tersebut mencatat bahwa fasilitas kesehatan telah kewalahan oleh pasien Covid-19, dengan laporan bahwa wanita hamil telah berjuang untuk mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk melahirkan.
Haque mengungkapkan bahwa setiap tahun 27 juta anak lahir di India, seraya menambahkan bahwa layanan penyelamat hidup untuk membantu wanita melahirkan sangat penting di India.
Haque menggarisbawahi bahwa tingkat vaksinasi di sebagian besar negara Asia Selatan sangat rendah yaitu kurang dari 10% di India, Sri Lanka, dan Nepal.
"Kekhawatiran berkembang bahwa virus semakin meningkat," tambah pejabat UNICEF itu.
Baca juga: Partai Komunis China Dituding Manfaatkan 'Tsunami' COVID-19 India untuk Pencitraan
Dia mengatakan bahwa produksi vaksin perlu didiversifikasi untuk mendukung negara lain dan meningkatkan produksi vaksin, karena India harus mengurangi pasokan ke negara berkembang.
UNICEF juga prihatin bahwa lonjakan Covid-19 saat ini juga telah menyebabkan konsekuensi yang mengerikan bagi lebih banyak anak daripada selama gelombang pertama infeksi, dengan akses ke kesehatan esensial, perlindungan sosial, dan layanan pendidikan yang dibatasi.
Haque mengungkapkan bahwa setiap tahun 27 juta anak lahir di India, seraya menambahkan bahwa layanan penyelamat hidup untuk membantu wanita melahirkan sangat penting di India.
Haque menggarisbawahi bahwa tingkat vaksinasi di sebagian besar negara Asia Selatan sangat rendah yaitu kurang dari 10% di India, Sri Lanka, dan Nepal.
"Kekhawatiran berkembang bahwa virus semakin meningkat," tambah pejabat UNICEF itu.
Baca juga: Partai Komunis China Dituding Manfaatkan 'Tsunami' COVID-19 India untuk Pencitraan
Dia mengatakan bahwa produksi vaksin perlu didiversifikasi untuk mendukung negara lain dan meningkatkan produksi vaksin, karena India harus mengurangi pasokan ke negara berkembang.
UNICEF juga prihatin bahwa lonjakan Covid-19 saat ini juga telah menyebabkan konsekuensi yang mengerikan bagi lebih banyak anak daripada selama gelombang pertama infeksi, dengan akses ke kesehatan esensial, perlindungan sosial, dan layanan pendidikan yang dibatasi.
Lihat Juga :