Partai Komunis China Dituding Manfaatkan 'Tsunami' COVID-19 India untuk Pencitraan

Jum'at, 07 Mei 2021 - 01:30 WIB
loading...
Partai Komunis China...
Kremasi massal jenazah korban meninggal terkait COVID-19 di India. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Partai Komunis China (PKC) dituduh memanfaatkan "tsunami" infeksi COVID-19 di India untuk kampanye pencitraan jangka panjangnya dengan merendahkan negara-negara demokrasi.Tuduhan itu muncul dalam laporan baru dari German Marshall Fund.

"Bahkan setelah pemerintahan [Joe] Biden memberikan dukungannya kepada India, pesan yang didukung negara China terus menggambarkan bantuan AS sebagai di bawah standar, munafik, dan dimotivasi oleh kepentingan pribadi," tulis para peneliti dalam laporan German Marshall Fund.

Baca juga: 'Tsunami' COVID India: "Tuhan Tolong Kami, Tuhan Tolong India"

Laporan tersebut menyoroti beberapa posting media sosial dari pejabat pemerintah China dan media yang dikelola Partai Komunis yang mempromosikan bantuan China ke India dan menggambarkan Amerika Serikat pelitdalam hal vaksin dan bantuan. Kementerian Luar Negeri China memperkuat pesan itu selama konferensi pers hariannya.

"Semua sektor sosial di China sibuk mengambil tindakan," kata juru bicara Wang Wenbin pekan lalu. "Perusahaan China mencoba yang terbaik untuk mengumpulkan pasokan anti-epidemi yang sangat dibutuhkan oleh India, dan mengirimkannya kepada orang-orang India secepat mungkin."

Pemerintah China menyesuaikan pesannya untuk audiens tertentu, dengan pendekatan yang sangat berbeda untuk krisis COVID-19 India. Untuk konsumsi domestik, media yang terkait Partai Komunis China mem-posting gambar roket China di sebelah foto tumpukan kayu kremasi India dengan frase "penyalaan China versus penyalaan India". Namun, media tersebut dengan cepat menghapus posting-annya.

"China memainkan permainan keseimbangan yang nyata," kata Jessica Brandt, kepala penelitian dan kebijakan di German Marshall Fund's Alliance for Securing Democracy, yang dilansir Fox News, Kamis (6/5/2021).

"Ini melukiskan tanggapan India terhadap krisis kesehatannya yang semakin dalam, misalnya, sebagai tidak berguna dan tidak efektif. Dan itu menggunakan gambar propaganda yang cukup menggelegar untuk melakukan itu. Dan kemudian kepada khalayak eksternal, ia menggambarkan dirinya sebagai teman baik bagi India," ujar Brandt.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Berita Terkini
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
Pakistan Perintahkan...
Pakistan Perintahkan Militer untuk Membalas Serangan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved