Dibanting 27 Kali Saat Latihan Judo, Bocah Tujuh Tahun Koma

Jum'at, 07 Mei 2021 - 14:15 WIB
loading...
Dibanting 27 Kali Saat...
Seorang bocah Taiwan koma setelah 27 kali dibanting saat mengikuti latihan judo. Foto/explica.co
A A A
TAIPEI - Seorang anak berusia tujuh tahun di Taiwan tengah bertarung untuk hidup setelah dibanting ke lantai 27 kali selama latihan judo oleh pelatih dan teman sekelasnya. Kasus ini pun membuatnegara itu gempar.

Wei-wei, nama panggilan anak tersebut, adalah tipikal anak laki-laki berusia tujuh tahun yang tinggal di Taiwan. Ia adalah penggemar Super Mario, menyukai olah raga dan pernah memenangkan tempat ketiga dalam perlombaan lari.

Sebelumnya pada bulan April, ia meyakinkan keluarganya bahwa ia ingin mencoba belajar judo. Hanya dua minggu setelah itu, ia terbaring dalam keadaan koma dan bahkan jika bertahan hidup kemungkinan akan tetap dalam keadaan vegetatif.

Sebuah video lantas muncul yang menunjukkan ia dibanting ke atas tikar oleh seorang teman sekelasnya yang lebih tua selama latihan judo.

Saat pelajaran berlanjut, dia terdengar berteriak "kakiku", "kepalaku" dan "Aku tidak menginginkannya!" tetapi pelatihnya terus memerintahkan dia untuk berdiri dan menyuruh anak laki-laki yang lebih tua untuk terus membantingnya.

Baca juga: Dagestan Gempar! Pejudo dan Penonton Tawuran Massal di Arena Judo

Ketika Wei Wei terlalu lemah untuk bangun, pelatih, yang jauh lebih besar darinya, mengangkatnya dan membantingnya beberapa kali juga. Pada satu titik, anak itu muntah, tetapi latihan tidak berhenti.

Secara keseluruhan, kata keluarganya, dia dibanting lebih dari 27 kali.

Wei Wei akhirnya pingsan dan dibawa ke rumah sakit dimana dokter menemukan dia menderita pendarahan otak yang parah. Dia sekarang dalam keadaan koma dan membutuhkan alat dukungan hidup.

"Saya masih ingat pagi itu saat saya mengantarnya ke sekolah," kata ibunya.

"Dia berbalik dan berkata, 'Mama selamat tinggal'. Di malam hari, dia sudah menjadi seperti ini," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Pria China Membelot ke Taiwan dengan Menyeberangi Laut 11 Jam

Pelatih, yang berusia 60-an dan diidentifikasi hanya dengan nama belakangnya Ho, telah ditahan untuk penyelidikan atas dugaan kelalaian yang menyebabkan cedera serius. Namun menurut Pengadilan Distrik Taichung dia membantah telah melakukan kesalahan.

Jaksa penuntut distrik awalnya membebaskannya setelah diinterogasi, menerima penjelasannya bahwa apa yang terjadi pada Wei Wei adalah bagian dari "pelatihan normal".

Tetapi setelah keluarga anak itu mengadakan konferensi pers, pengadilan mengatakan ada bukti untuk mencurigai pelatih itu mungkin telah melakukan kejahatan serius dan ada risiko kolusi dengan saksi, jadi pengadilan mengabulkan permintaan penuntutan untuk menempatkannya dalam penahanan incommunicado - di mana seseorang tidak diperbolehkan berhubungan dengan siapa pun kecuali pengacaranya.

Keluarga Wei Wei masih tidak mengerti bagaimana seorang pelatih bisa memperlakukan anak mereka seperti ini.

Mereka mengatakan ia awalnya memberi tahu paman Wei Wei bahwa ia berpura-pura tidak sadarkan diri dan kemudian memberi tahu ayahnya bahwa Wei Wei sengaja jatuh dengan keras di atas tikar.

Baca juga: Habibi, Siswa SD Asal Indonesia Dapat Penghargaan Istimewa di Kaohsiung-Taiwan

Mereka pun kini bertekad untuk mencari keadilan.

Orang tuanya menghabiskan setiap hari di samping ranjang rumah sakitnya. Ayahnya menunjukkan foto Wei Wei yang berbaring di samping boneka Mario, karakter favoritnya, yang dia belikan untuknya.

"Ketika saya mengunjunginya di rumah sakit, saya berbicara dengannya," kata ayahnya, Huang.

"Aku ingin Wei Wei mendengar bahwa kita menunggunya bangun," imbuhnya.

Rumah sakit mengatakan kemungkinan itu kecil. Bagaimanapun, keluarga itu, berdoa untuk keajaiban.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Gawat, Konflik AS dan...
Gawat, Konflik AS dan China atas Taiwan Berisiko Memicu Eskalasi Nuklir
China Ancam Sanksi atas...
China Ancam Sanksi atas Kepatuhan Perusahaan Eropa pada Aturan UE
Demi Perang Melawan...
Demi Perang Melawan Iran, AS Hentikan Penjualan Senjata Rp247 Triliun ke Taiwan
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved