Dibanting 27 Kali Saat Latihan Judo, Bocah Tujuh Tahun Koma
Jum'at, 07 Mei 2021 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Wei Wei akhirnya pingsan dan dibawa ke rumah sakit dimana dokter menemukan dia menderita pendarahan otak yang parah. Dia sekarang dalam keadaan koma dan membutuhkan alat dukungan hidup.
"Saya masih ingat pagi itu saat saya mengantarnya ke sekolah," kata ibunya.
"Dia berbalik dan berkata, 'Mama selamat tinggal'. Di malam hari, dia sudah menjadi seperti ini," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Jumat (7/5/2021).
Baca juga: Pria China Membelot ke Taiwan dengan Menyeberangi Laut 11 Jam
Pelatih, yang berusia 60-an dan diidentifikasi hanya dengan nama belakangnya Ho, telah ditahan untuk penyelidikan atas dugaan kelalaian yang menyebabkan cedera serius. Namun menurut Pengadilan Distrik Taichung dia membantah telah melakukan kesalahan.
Jaksa penuntut distrik awalnya membebaskannya setelah diinterogasi, menerima penjelasannya bahwa apa yang terjadi pada Wei Wei adalah bagian dari "pelatihan normal".
Tetapi setelah keluarga anak itu mengadakan konferensi pers, pengadilan mengatakan ada bukti untuk mencurigai pelatih itu mungkin telah melakukan kejahatan serius dan ada risiko kolusi dengan saksi, jadi pengadilan mengabulkan permintaan penuntutan untuk menempatkannya dalam penahanan incommunicado - di mana seseorang tidak diperbolehkan berhubungan dengan siapa pun kecuali pengacaranya.
Keluarga Wei Wei masih tidak mengerti bagaimana seorang pelatih bisa memperlakukan anak mereka seperti ini.
"Saya masih ingat pagi itu saat saya mengantarnya ke sekolah," kata ibunya.
"Dia berbalik dan berkata, 'Mama selamat tinggal'. Di malam hari, dia sudah menjadi seperti ini," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Jumat (7/5/2021).
Baca juga: Pria China Membelot ke Taiwan dengan Menyeberangi Laut 11 Jam
Pelatih, yang berusia 60-an dan diidentifikasi hanya dengan nama belakangnya Ho, telah ditahan untuk penyelidikan atas dugaan kelalaian yang menyebabkan cedera serius. Namun menurut Pengadilan Distrik Taichung dia membantah telah melakukan kesalahan.
Jaksa penuntut distrik awalnya membebaskannya setelah diinterogasi, menerima penjelasannya bahwa apa yang terjadi pada Wei Wei adalah bagian dari "pelatihan normal".
Tetapi setelah keluarga anak itu mengadakan konferensi pers, pengadilan mengatakan ada bukti untuk mencurigai pelatih itu mungkin telah melakukan kejahatan serius dan ada risiko kolusi dengan saksi, jadi pengadilan mengabulkan permintaan penuntutan untuk menempatkannya dalam penahanan incommunicado - di mana seseorang tidak diperbolehkan berhubungan dengan siapa pun kecuali pengacaranya.
Keluarga Wei Wei masih tidak mengerti bagaimana seorang pelatih bisa memperlakukan anak mereka seperti ini.
Lihat Juga :