Setelah Gedung Capitol, Muncul Video Fasilitas Nuklir Israel Dihujani Rudal
Jum'at, 07 Mei 2021 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
"Titik lemah terbesar rezim Zionis adalah bahwa tindakan taktis apa pun di pihaknya juga bisa menjadi kekalahan strategis, yang berarti bahwa rezim dapat dihancurkan hanya melalui satu operasi," katanya, menunjuk pada ledakan bulan lalu di sebuah pabrik roket Israel, laporan serangan terhadap kantor Mossad di Irak dan kebakaran kilang minyak di Haifa pada akhir April.
Baca juga: Jenderal Top Iran: Israel Bisa Dikalahkan Hanya dengan Satu Pukulan
Animasi serangan terhadap Dimona ini, yang belum dikomentari oleh Tel Aviv, muncul satu hari setelah video lain disiarkan oleh stasiun TV Iran yang menunjukkan kubah gedung Capitol Amerika Serikat (AS) meledak dan mengisyaratkan pembebasan Yerusalem sambil membayangkan pemandangan Temple Mount.
Baca juga: TV Iran Rilis Video Propaganda IRGC Meledakkan Gedung Capitol AS
Ketegangan antara Iran dan Israel telah memanas di tengah negosiasi baru-baru ini mengenai kemungkinan kebangkitan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran. Tel Aviv menentang pemulihan kesepakatan yang diteken pada 2015 itu, mengklaim bahwa Teheran berusaha membuat senjata nuklir dan menimbulkan "ancaman" bagi Israel. Republik Islam secara konsisten menggarisbawahi bahwa program nuklirnya tetap eksklusif untuk tujuan damai.
Baca juga: Jenderal Top Iran: Israel Bisa Dikalahkan Hanya dengan Satu Pukulan
Animasi serangan terhadap Dimona ini, yang belum dikomentari oleh Tel Aviv, muncul satu hari setelah video lain disiarkan oleh stasiun TV Iran yang menunjukkan kubah gedung Capitol Amerika Serikat (AS) meledak dan mengisyaratkan pembebasan Yerusalem sambil membayangkan pemandangan Temple Mount.
Baca juga: TV Iran Rilis Video Propaganda IRGC Meledakkan Gedung Capitol AS
Ketegangan antara Iran dan Israel telah memanas di tengah negosiasi baru-baru ini mengenai kemungkinan kebangkitan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang juga dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran. Tel Aviv menentang pemulihan kesepakatan yang diteken pada 2015 itu, mengklaim bahwa Teheran berusaha membuat senjata nuklir dan menimbulkan "ancaman" bagi Israel. Republik Islam secara konsisten menggarisbawahi bahwa program nuklirnya tetap eksklusif untuk tujuan damai.
(ian)
Lihat Juga :