TV Iran Rilis Video Propaganda IRGC Meledakkan Gedung Capitol AS
Jum'at, 07 Mei 2021 - 00:00 WIB
loading...
A
A
A
“Minggu lalu, kepala diplomat Iran diduga mengakui IRGC melakukan penembakan di Teheran,” tulis Toomey di Twitter, merujuk pada bocoran rekaman audio Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif yang sejak awal mengakui bahwa IRGC menembak jatuh pesawat sipil Ukraina di wilayah udara Teheran.
“Sekarang, Iran merilis video palsu [Korps Garda Revolusi Islam] yang meledakkan Capitol kita. Prioritas administrasi Biden harus memastikan Iran tidak dapat melakukan serangan seperti itu, tidak menyerah dengan menghapus sanksi," lanjut Toomey, seperti dikutip New York Post, Kamis (5/6/2021).
Zarif, dalam rekaman audio yang bocor, mengatakan Teheran tidak akan pernah mencapai konsensus dengan AS atau menarik kembali pandangan ekstremnya.
“Saya yakin Iran dan AS tidak akan pernah berteman selama Republik Islam ini mempertahankan identitasnya. Masalah kami dengan Amerika tidak akan pernah terselesaikan," katanya.
Baca juga: Indonesia Kerahkan 'Pasukan Setan', Benny Wenda 'Merengek' pada Dunia
Pemerintahan Joe Biden telah menerima kritik karena mempertimbangkan untuk mencabut sanksi terhadap Iran untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.
“Sekarang, Iran merilis video palsu [Korps Garda Revolusi Islam] yang meledakkan Capitol kita. Prioritas administrasi Biden harus memastikan Iran tidak dapat melakukan serangan seperti itu, tidak menyerah dengan menghapus sanksi," lanjut Toomey, seperti dikutip New York Post, Kamis (5/6/2021).
Zarif, dalam rekaman audio yang bocor, mengatakan Teheran tidak akan pernah mencapai konsensus dengan AS atau menarik kembali pandangan ekstremnya.
“Saya yakin Iran dan AS tidak akan pernah berteman selama Republik Islam ini mempertahankan identitasnya. Masalah kami dengan Amerika tidak akan pernah terselesaikan," katanya.
Baca juga: Indonesia Kerahkan 'Pasukan Setan', Benny Wenda 'Merengek' pada Dunia
Pemerintahan Joe Biden telah menerima kritik karena mempertimbangkan untuk mencabut sanksi terhadap Iran untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.
Lihat Juga :