Foto Telanjang di Atas Kapal Saat Ramadhan, Sejumlah Model Ditangkap Polisi Turki

Kamis, 06 Mei 2021 - 11:27 WIB
loading...
Foto Telanjang di Atas...
Sejumlah model asal Ukraina ditangkap polisi Turki karena berfoto telanjang di atas sebuah kapal pesiar. Foto/Russia Today
A A A
ANKARA - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sekelompok perempuan berpakaian minim, bahkan sebagian ada yang bugil, berfoto satu sama lain di atara kapal pesiar mendadak viral setelah diberitakan oleh media Turki .

The Lider Gazete, media yang berbasis di pantai selatan Turki, melaporkan pada Selasa bahwa video tersebut diambil di dekat provinsi Mugla, seberang Pulau Rhodes Yunani yang bersejarah. Penduduk setempat dilaporkan melihat dua pria dan enam perempuan ambil bagian dalam sesi foto yang panas itu.

Media Ukraina , Strana yang berbasis di Kiev, sejak itu melaporkan bahwa sejumlahperempuannegara itutelah ditahan oleh pihak berwenang atas foto syur, yang membuat marah banyak orang.

"Melihat gambar semacam ini selama periode penguncian, dan selama bulan suci Ramadhan , menyebabkan kemarahan yang besar," ucap seorang warga setempat kepada media seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (6/5/2021).

Seorang perempuan, yang dilaporkan berkewarganegaraan Ukraina yang terlibat dalam insiden itu, telah berbicara tentang kejadian itu di media sosial. Dia mengklaim bahwa video itu diambil dari kapal pesiar lain dan polisi hanya terlibat setelah protes publik.

“Seperti yang Anda ketahui, di negara-negara Muslim pada umumnya lebih baik tidak mengambil foto telanjang . Jika Anda melakukannya, maka lebih baik melakukannya dengan sembunyi-sembunyi dan menyembunyikan lokasinya," katanya.

Menurutnya, ia dan para model lainnya ditelanjangi tanpa menyadari bahwa mereka sedang difilmkan dari jauh. Dia menambahkan bahwa mereka telah dibebaskan oleh polisi setelah memberikan pernyataan.

Bulan lalu, sekelompok model dari negara-negara bekas Soviet, termasuk Ukraina, diusir dari Uni Emirat Arab (UEA) setelah melakukan sesi foto telanjang di balkon sebuah bangunan di Dubai. Sekali lagi, rekaman yang menjadi viral itu direkam oleh seorang tetangga yang terkejut dengan aksi tersebut.

Baca juga: Mejeng Telanjang Siang Bolong, Sekelompok Wanita Ditangkap di Dubai

Pihak berwenang di negara Teluk itu mengatakan bahwa pemotretan yang baru-baru ini dipublikasikan melanggar hukum UEA dan menambahkan bahwa individu yang terlibat akan dideportasi. Aksi tersebut dikatakan melanggar undang-undang yang melarang ketidaksenonohan dan pornografi.

Penyelenggara kemudian diidentifikasi sebagai Vitaly Grechin, seorang pengusaha kelahiran Kiev yang dilaporkan mengaku memiliki hubungan pribadi dengan mantan presiden AS Barack Obama, dan bahkan membantu mendanai kampanye pemilihan politisi Demokrat.

Saat ini di balik jeruji besi karena foto tidak senonoh, Grechin telah meminta maaf karena menyinggung UEA.

“Jelas, tidak ada niat untuk menyinggung siapapun. Yang jelas (modelnya) tidak sedang mendaki masjid tanpa busana,” katanya.

Baca juga: Foto Telanjang di Dubai, Belasan Model dan Fotografer Akan Dideportasi

Dia mengklaim para model tersebut tidak diperintahkan olehnya untuk berpose telanjang.

"Itu terjadi dalam satu menit," akunya. “Seorang gadis berkata 'Aku akan mengambil foto, dan kemudian 'Aku juga,' 'Aku juga,' 'Aku juga'... Itu adalah keputusan yang penuh gairah untuk mengambil foto yang tidak akan menunjukkan bagian pribadi mereka,” tuturnya.

MailOnline Inggris melaporkan bahwa Grechin mengungkapkan bahwa dia telah membayar sekitar 20 wanita, tampaknya 'teman-temannya,' untuk terbang ke negara Teluk itu secara gratis untuk liburan setelah penguncian, dengan biaya keseluruhan sekitar USD10.000.

Baca juga: Model Telanjang Protes Penjara Dubai: Kami Diberi Kuah seperti Kotoran
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Berita Terkini
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved