Sebut Danai Kelompok Teroris, Jerman Larang Organisasi Islam Ansaar International

Rabu, 05 Mei 2021 - 16:47 WIB
loading...
Sebut Danai Kelompok...
Jerman dilaporkan telah melarang organisasi Islam, Ansaar International, karena diduga telah mendanai kelompok teroris di seluruh dunia. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Jerman dilaporkan telah melarang organisasi Islam, Ansaar International. Menurut Kementerian Dalam Negeri Jerman, organisasi itu telah mendanai kelompok teroris di seluruh dunia.

"Jika Anda ingin memerangi teror, Anda harus mengeringkan sumber pendanaannya," kata Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer dalam sebuah pernyataan di akun Twitternya. Baca juga: Penjinak Bom Jerman Tertipu, Dikira Granat Perang Dunia II Ternyata Sex Toy

"Ansaar dan organisasi afiliasinya menyebarkan pandangan dunia Salafi dan mendanai teror di seluruh dunia dengan kedok bantuan kemanusiaan," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Rabu (5/5/2021).

Menurut harian Jerman, Bild, polisi menggeledah gedung di 10 negara bagian Jerman sebagai bagian dari langkah untuk melarang organisasi tersebut. Baca juga: Diplomat dari Lima Negara, Tanpa AS, Lanjutkan Perundingan Nuklir Iran

Polisi sejatinya pernah menggerebek kantor-kantor milik Ansaar serta Bantuan Perlawanan Seluruh Dunia pada tahun 2019 lalu, karena dicurigai mendanai Hamas, yang termasuk dalam daftar hitam terorisme Uni Eropa.

Ansaar sendiri dalam keterangan di situs webnya menuturkan bahwa mereka organisasi yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang terkena dampak perang dan krisis dengan, misalnya, membangun atau mendanai pembangunan rumah sakit, panti asuhan dan sekolah.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Israel Ungkap 2 Skenario...
Israel Ungkap 2 Skenario Perang AS-Iran Pecah Lagi
Rekomendasi
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Breaking News! Kejagung...
Breaking News! Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ompreng MBG
Kapolri Anugerahi Medali...
Kapolri Anugerahi Medali Kehormatan ke Prabowo, Bukti Kuatnya Sinergi Pemerintah-Polri
Berita Terkini
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Infografis
Panglima TNI Terjunkan...
Panglima TNI Terjunkan Pasukan Khusus Buru Kelompok Teroris MIT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved