Prancis Jual 30 Jet Tempur Rafale ke Mesir Senilai Rp65 Triliun
Selasa, 04 Mei 2021 - 06:07 WIB
loading...
Jet tempur Rafale saat latihan di atas Prancis, 14 Januari 2020. Foto/REUTERS
A
A
A
PARIS - Prancis telah setuju menjual 30 jet tempur Rafale ke Mesir dalam kesepakatan USD4,5 miliar (Rp65 triliun) yang dapat disegel secepatnya pada Selasa (4/5).
Kesepakan itu dilaporkan website investigasi Disclose, mengutip dokumen rahasia.
"Diskusi yang sangat maju memang telah terjadi dengan Mesir dan pengumuman dapat dibuat segera," ungkap sumber pemerintah Prancis kepada Reuters dalam menanggapi laporan Disclose pada Senin.
Baca juga: Netanyahu akan Minggir dari Jabatan Perdana Menteri selama Setahun
Namun pemerintah Prancis menolak memberikan rincian lebih lanjut.
Baca juga: Militer Rusia di Armenia Perkuat Daerah Dekat Perbatasan Azerbaijan
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Desember bahwa dia tidak akan membuat penjualan senjata ke Mesir bersyarat pada hak asasi manusia (HAM) karena dia tidak ingin melemahkan kemampuan Kairo melawan terorisme di wilayah tersebut.
Baca juga: Polisi Israel Lecehkan Umat Kristen Palestina di Dekat Gereja Makam Suci
Komentar Macron memicu kemarahan para pengkritik.
Disclose mengatakan perjanjian antara Prancis dan Mesir juga mencakup kontrak dari penyedia rudal MBDA dan penyedia peralatan Safran Electronics & Defense yang bernilai 200 juta euro.
Situs web tersebut mengatakan kesepakatan dapat disegel pada Selasa ketika delegasi Mesir tiba di Paris.
Prancis adalah pemasok senjata utama ke Mesir antara 2013-2017.
Kontrak-kontrak itu mengering, termasuk kesepakatan untuk lebih banyak jet Rafale dan kapal perang yang telah berada pada tahap lanjut.
Para diplomat mengatakan hal itu berkaitan dengan masalah pembiayaan, sama halnya dengan tanggapan Prancis terhadap masalah hak asasi manusia.
Disclose mengatakan pembiayaan untuk kesepakatan itu akan dijamin hingga 85% oleh negara Prancis.
Kesepakan itu dilaporkan website investigasi Disclose, mengutip dokumen rahasia.
"Diskusi yang sangat maju memang telah terjadi dengan Mesir dan pengumuman dapat dibuat segera," ungkap sumber pemerintah Prancis kepada Reuters dalam menanggapi laporan Disclose pada Senin.
Baca juga: Netanyahu akan Minggir dari Jabatan Perdana Menteri selama Setahun
Namun pemerintah Prancis menolak memberikan rincian lebih lanjut.
Baca juga: Militer Rusia di Armenia Perkuat Daerah Dekat Perbatasan Azerbaijan
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada Desember bahwa dia tidak akan membuat penjualan senjata ke Mesir bersyarat pada hak asasi manusia (HAM) karena dia tidak ingin melemahkan kemampuan Kairo melawan terorisme di wilayah tersebut.
Baca juga: Polisi Israel Lecehkan Umat Kristen Palestina di Dekat Gereja Makam Suci
Komentar Macron memicu kemarahan para pengkritik.
Disclose mengatakan perjanjian antara Prancis dan Mesir juga mencakup kontrak dari penyedia rudal MBDA dan penyedia peralatan Safran Electronics & Defense yang bernilai 200 juta euro.
Situs web tersebut mengatakan kesepakatan dapat disegel pada Selasa ketika delegasi Mesir tiba di Paris.
Prancis adalah pemasok senjata utama ke Mesir antara 2013-2017.
Kontrak-kontrak itu mengering, termasuk kesepakatan untuk lebih banyak jet Rafale dan kapal perang yang telah berada pada tahap lanjut.
Para diplomat mengatakan hal itu berkaitan dengan masalah pembiayaan, sama halnya dengan tanggapan Prancis terhadap masalah hak asasi manusia.
Disclose mengatakan pembiayaan untuk kesepakatan itu akan dijamin hingga 85% oleh negara Prancis.
(sya)
Lihat Juga :