Nilai Langgar Kesepakatan Doha, Taliban Peringatkan Tindakan Balasan pada AS

Minggu, 02 Mei 2021 - 16:01 WIB
loading...
Nilai Langgar Kesepakatan...
Taliban memperingatkan AS tentang tindakan balasan, setelah mereka menuduh Washington melanggar perjanjian Doha 2020 tentang penarikan pasukan dari Afghanistan. Foto/Ist
A A A
KABUL - Taliban memperingatkan Amerika Serikat (AS) tentang "tindakan balasan". Peringatan ini datang setelah Taliban menuduh Washington melanggar perjanjian Doha 2020 tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Menurut perjanjian antara Taliban dan AS yang dicapai setelah berbulan-bulan negosiasi di Ibu Kota Qatar, semua pasukan asing akan meninggalkan Afghanistan pada 1 Mei. Baca juga: Taliban Kemungkinan 'Paksa' AS Keluar Lebih Cepat dari Afghanistan

Namun, Presiden AS, Joe Biden menetapkan batas waktu baru, yakni 11 September 2021 untuk penarikan pasukan, agar sesuai dengan peringatan 20 tahun serangan teroris 11 September 2001.

Terkait dengan hal ini, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahed mengatakan bahwa para pemimpin kelompok itu akan memutuskan tindakan di masa depan.

"Karena penarikan pasukan asing dari Afghanistan dengan batas waktu yang disepakati 1 Mei telah berlalu, pelanggaran ini pada prinsipnya telah membuka jalan bagi Taliban untuk mengambil setiap tindakan balasan yang dianggap tepat terhadap pasukan pendudukan," katanya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (2/5/2021).

Dia kemudian menuturkan bahwa Taliban sekarang menunggu keputusan apa yang akan diambil oleh para pemimpinya, a berdasarkan kedaulatan, nilai-nilai dan kepentingan negara yang lebih tinggi. Baca juga: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Telah Dimulai

Sementara itu, pasukan AS dilaporkan telah memulai proeses penarikan diri dari Afghanistan sebagai bagian dari rencana pemerintahan Biden untuk sepenuhnya meninggalkan negara yang dilanda perang itu setelah 20 tahun konflik.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Houthi Blokade Pelabuhan...
Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
Rekomendasi
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
Iran Peringatkan Israel...
Iran Peringatkan Israel Tak Bergantung pada Kemampuan THAAD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved