Taliban Kemungkinan 'Paksa' AS Keluar Lebih Cepat dari Afghanistan
Senin, 26 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintahan Biden, jelas Armstrong, serta elit politik dan publik AS masih harus menerima kenyataan bahwa Amerika telah kalah dalam perang 20 tahun dan upaya untuk menciptakan negara sekutu yang tunduk di Afghanistan.
Baca: Taliban Tolak Hadiri Pembicaraan Damai Afghanistan Hingga Pasukan Asing Ditarik
"Fakta pertama adalah bahwa Taliban telah menang. Yang kedua adalah bahwa Taliban bukanlah al-Qaeda. Itu adalah fenomena Afghanistan yang telah diradikalisasi berkat perang selama 40 tahun," katanya.
Dia lalu mengatakan, Rusia dan China telah mampu untuk mundur dan membiarkan AS menghabiskan kekuatan militer dan sumber daya keuangannya di Afghanistan. Tetapi, paparnya, Rusia dan China sekarang siap untuk mengambil keuntungan penuh dari peluang yang ditawarkan oleh penarikan pasukan AS pada akhirnya.
Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken membela keputusan AS untuk mundur dari Afghanistan. Dia mengatakan, ancaman teror telah berpindah ke tempat lain dan bahwa Washington perlu memfokuskan kembali sumber daya pada tantangan seperti China dan pandemi.
Baca: Taliban Tolak Hadiri Pembicaraan Damai Afghanistan Hingga Pasukan Asing Ditarik
"Fakta pertama adalah bahwa Taliban telah menang. Yang kedua adalah bahwa Taliban bukanlah al-Qaeda. Itu adalah fenomena Afghanistan yang telah diradikalisasi berkat perang selama 40 tahun," katanya.
Dia lalu mengatakan, Rusia dan China telah mampu untuk mundur dan membiarkan AS menghabiskan kekuatan militer dan sumber daya keuangannya di Afghanistan. Tetapi, paparnya, Rusia dan China sekarang siap untuk mengambil keuntungan penuh dari peluang yang ditawarkan oleh penarikan pasukan AS pada akhirnya.
Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken membela keputusan AS untuk mundur dari Afghanistan. Dia mengatakan, ancaman teror telah berpindah ke tempat lain dan bahwa Washington perlu memfokuskan kembali sumber daya pada tantangan seperti China dan pandemi.
Lihat Juga :