Tragedi KRI Nanggala-402 Salah Satu Bencana Kapal Selam Terburuk dalam Sejarah
Minggu, 25 April 2021 - 14:46 WIB
loading...
A
A
A
ARA San Juan
Pada 15 November 2017, kapal selam diesel-listrik Angkatan Laut Argentina ARA San Juan menghilang saat berpatroli dengan 44 awak di dalamnya. Angkatan Laut Argentina kemudian menyatakan bahwa suara aneh yang terdeteksi tak lama setelah transmisi terakhir kapal selam itu "konsisten dengan ledakan".
Kapal selam itu akhirnya ditemukan setahun kemudian di kedalaman 3.000 kaki di Atlantik Selatan.
Kapal Selam China 361
Pada tahun 2003, kapal selam diesel-listrik China dengan nomor lambung 361 mengalami kerusakan mekanis yang serius selama latihan yang menyebabkan kematian 70 pelaut. Awaknya dikatakan mati lemas, meskipun detailnya terbatas.
K-141 Kursk
Pada 12 Agustus 2000, kapal selam bertenaga nuklir Rusia K-141 Kursk menghilang di Laut Barents. Otoritas Rusia kemudian menyatakan kapal itu tenggelam setelah sebuah torpedo di dalamnya meledak secara tak terduga. Ledakan pertama kemudian memicu ledakan beberapa hulu ledak lainnya.
Kapal angkatan laut Rusia ini tenggelam dengan 118 pelaut di dalamnya. Meskipun dua puluh tiga pelaut Rusia diyakini selamat dari bencana awal, angkatan laut Rusia tidak dapat menyelamatkan mereka tepat waktu.
Baca juga: Insiden KRI Nanggala-402 dan Tragedi Kapal Selam Kursk yang Lebih Mengerikan
K-278 Komsomolets
Pada tanggal 7 April 1989, kapal selam serang bertenaga nuklir Soviet K-278 Komsomolets tenggelam di Laut Norwegia setelah terjadi kebakaran dahsyat.
Empat puluh dua dari 69 awak kapal selam tewas dalam kecelakaan ini. Beberapa tewas di atas kapal. Beberapa lainnya yang berhasil keluar meninggal karena terpapar air dingin sebelum mereka bisa diselamatkan.
K-8
Pada 8 April 1970, kebakaran melumpuhkan kapal selam bertenaga nuklir Soviet K-8, memaksa 52 awak kapal meninggalkan kapal tersebut. Ketika sebuah kapal penyelamat tiba di tempat kejadian, para kru kembali ke kapal selam, tetapi ketika kapal sedang ditarik di Teluk Biscay, kapal itu tenggelam di lautan yang ganas dengan semua kru hilang.
Pada 15 November 2017, kapal selam diesel-listrik Angkatan Laut Argentina ARA San Juan menghilang saat berpatroli dengan 44 awak di dalamnya. Angkatan Laut Argentina kemudian menyatakan bahwa suara aneh yang terdeteksi tak lama setelah transmisi terakhir kapal selam itu "konsisten dengan ledakan".
Kapal selam itu akhirnya ditemukan setahun kemudian di kedalaman 3.000 kaki di Atlantik Selatan.
Kapal Selam China 361
Pada tahun 2003, kapal selam diesel-listrik China dengan nomor lambung 361 mengalami kerusakan mekanis yang serius selama latihan yang menyebabkan kematian 70 pelaut. Awaknya dikatakan mati lemas, meskipun detailnya terbatas.
K-141 Kursk
Pada 12 Agustus 2000, kapal selam bertenaga nuklir Rusia K-141 Kursk menghilang di Laut Barents. Otoritas Rusia kemudian menyatakan kapal itu tenggelam setelah sebuah torpedo di dalamnya meledak secara tak terduga. Ledakan pertama kemudian memicu ledakan beberapa hulu ledak lainnya.
Kapal angkatan laut Rusia ini tenggelam dengan 118 pelaut di dalamnya. Meskipun dua puluh tiga pelaut Rusia diyakini selamat dari bencana awal, angkatan laut Rusia tidak dapat menyelamatkan mereka tepat waktu.
Baca juga: Insiden KRI Nanggala-402 dan Tragedi Kapal Selam Kursk yang Lebih Mengerikan
K-278 Komsomolets
Pada tanggal 7 April 1989, kapal selam serang bertenaga nuklir Soviet K-278 Komsomolets tenggelam di Laut Norwegia setelah terjadi kebakaran dahsyat.
Empat puluh dua dari 69 awak kapal selam tewas dalam kecelakaan ini. Beberapa tewas di atas kapal. Beberapa lainnya yang berhasil keluar meninggal karena terpapar air dingin sebelum mereka bisa diselamatkan.
K-8
Pada 8 April 1970, kebakaran melumpuhkan kapal selam bertenaga nuklir Soviet K-8, memaksa 52 awak kapal meninggalkan kapal tersebut. Ketika sebuah kapal penyelamat tiba di tempat kejadian, para kru kembali ke kapal selam, tetapi ketika kapal sedang ditarik di Teluk Biscay, kapal itu tenggelam di lautan yang ganas dengan semua kru hilang.
Lihat Juga :