Parlemen Inggris Sebut China Lakukan Genosida terhadap Muslim Uighur

Sabtu, 24 April 2021 - 21:36 WIB
loading...
Parlemen Inggris Sebut...
Sebuah pagar pembatas dibangun di sekitar tempat yang secara resmi dikenal sebagai pusat pendidikan keterampilan kejuruan di Dabancheng di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, China. Foto/REUTERS/Thomas Peter
A A A
LONDON - Parlemen Inggris pada hari Kamis lalu menyetujui mosi yang menyatakan bahwa China melakukan genosida terhadap Muslim Uighur di provinsi Xinjiang .

Mosi yang disahkan oleh anggota parlemen tidak mengikat pemerintah Inggris, tetapi mengindikasikan Inggris akan mengambil sikap yang lebih keras terhadap China, sejalan dengan Amerika Serikat (AS) yang juga menganggap kebijakan China sebagai genosida, dan negara-negara Eropa lainnya.

Menteri urusan Asia Kementerian Luar Negeri Inggris Nigel Adams mengatakan ada bukti kredibel tentang kerja paksa, kamp interniran, dan penargetan etnis minoritas oleh pemerintah China, seperti dilaporkan The Guardian.

Baca juga: Ada Bukti 'Kredibel' China Lakukan Genosida Terhadap Muslim Uighur

Meskipun Adams mengatakan tindakan Beijing adalah pelanggaran hak asasi manusia yang jelas dan sistematis, dia menambahkan bahwa posisi lama Inggris untuk menentukan genosida adalah untuk pengadilan nasional dan internasional yang kompeten.

Anggota parlemen Inggris Nusrat Ghani, penulis mosi parlemen dan mantan menteri Konservatif, menggarisbawahi bahwa genosida dimaksudkan untuk menghancurkan secara keseluruhan atau sebagian sebuah kelompok nasional, etnis, ras atau agama.

"Kelima kriteria genosida terbukti terjadi di Xinjiang," katanya.

“Pekerjaan tidak berhenti di sini. Kami tidak dapat melanjutkan bisnis seperti biasa dengan China sementara kekejaman ini terus berlanjut. Pemerintah sekarang harus segera bertindak untuk memastikan rantai pasokan kami tidak tercemar oleh barang-barang yang dibuat dengan kerja paksa Uighur,” imbuhnya seperti dikutip dari The New Arab, Sabtu (24/4/2021).

Anggota Parlemen Konservatif Iain Duncan Smith memuji pemungutan suara itu sebagai "momen bersejarah" yang menyatukan Inggris dengan Belanda, Kanada, dan Amerika Serikat atas masalah ini.

Sementara itu, Senator AS Bob Menendez mengatakan parlemen Inggris telah menyoroti pelanggaran mengerikan yang dilakukan negara China terhadap orang-orang Uighur.

"Dunia bebas harus bersatu dalam meminta pertanggungjawaban pemerintah China atas pelanggaran ini," serunya.

Namun, kedutaan Beijing di Inggris menuduh para anggota parlemen telah "mengarang" mosi itu dengan maksud untuk mendiskreditkan dan menyerang China.

"Dikatakan klaim genosida di Xinjiang adalah kebohongan paling tidak masuk akal abad ini, penghinaan dan penghinaan yang keterlaluan terhadap orang-orang China, dan pelanggaran berat hukum internasional dan norma dasar yang mengatur hubungan internasional," kata Kedubes China.

Inggris menghadapi tekanan domestik untuk mengutuk pelanggaran China terhadap Muslim Uighur. Pada April tahun lalu, orang awam dan aktivis mengajukan dokumen setebal 60 halaman kepada pemerintah, yang mengajukan kasus hukum bagi Inggris untuk melarang impor kapas China, karena para pekerja Muslim Uighur dipaksa untuk memproduksinya.

Baca juga: Lebih dari 500 Ribu Muslim Uighur Kerja Paksa Jadi Pemetik Kapas
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Ekuador vs Jerman 2-1:...
Ekuador vs Jerman 2-1: Gol Gonzalo Plata Tak Mampu Selamatkan La Tri
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved