Mendagri dan Pemimpin Sayap Kirim Spanyol Terima Surat Ancaman Pembunuhan
Jum'at, 23 April 2021 - 15:37 WIB
loading...
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Spanyol Fernando Grandes-Marlaska (kanan) dan pemimpin partai sayap kiri Unidas Podemos Pablo Iglesias (kiri) menerima surat ancaman pembunuhan dengan peluru. Foto/Kolase/Sindonews
A
A
A
MADRID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Spanyol Fernando Grandes-Marlaska dan pemimpin partai sayap kiri Unidas Podemos Pablo Iglesias menerima surat ancaman pembunuhan dengan peluru. Hal itu diungkapkan langsung Iglesias.
"Istrimu, orang tuamu dan kamu dihukum hukuman mati, waktumu hampir habis," bunyi surat kaleng itu, menurut gambar surat yang diposting oleh mantan menteri Iglesias di Twitter.
Ia juga memasang foto empat peluru bersama dengan amplop surat itu.
Baca juga: Pria Kanibal Ini Mutilasi Ibunya Jadi 1.000 Potong, Dimakan Bersama Anjingnya
"Menteri dalam negeri dan kepala pasukan polisi Sipil Guardia menerima surat serupa," kata Iglesias seperti dilansir dari Reuters, Jumat (23/4/2021).
Grandes-Marlaska sendiri tidak memberikan komentar resmi apa pun terkait laporan ini.
Iglesias telah muncul sebagai salah satu pemimpin politik utama Spanyol setelah Podemos, yang dibuat pada tahun 2014 dan kemudian berganti nama menjadi United Podemos, menjadi kelompok utama di sayap kiri.
Baca juga: AL Rusia Lacak Kapal Perang Spanyol di Laut Hitam
Partai tersebut telah bersekutu dengan Partai Sosialis kiri-tengah pada Januari 2020 untuk membentuk pemerintahan koalisi pertama sejak kembalinya demokrasi di Spanyol pada tahun 1970-an.
Iglesias adalah Menteri Hak Sosial hingga Maret, ketika dia mundur untuk mencalonkan diri dalam pemilihan daerah di Madrid, yang dijadwalkan pada 4 Mei mendatang.
Politisi dari koalisi pemerintah, termasuk Perdana Menteri Pedro Sanchez, telah menyatakan solidaritasnya terhadap Iglesias dan Marlaska atas kejadian ini.
Partai Vox, partai sayap kanan, dan partai otonom dari berbagai daerah di Spanyol belum mengeluarkan pernayataan.
Baca juga: Kasus Pembekuan Darah, Kuartet Eropa Tunda Peluncuran Vaksin AstraZeneca
"Istrimu, orang tuamu dan kamu dihukum hukuman mati, waktumu hampir habis," bunyi surat kaleng itu, menurut gambar surat yang diposting oleh mantan menteri Iglesias di Twitter.
Ia juga memasang foto empat peluru bersama dengan amplop surat itu.
Baca juga: Pria Kanibal Ini Mutilasi Ibunya Jadi 1.000 Potong, Dimakan Bersama Anjingnya
"Menteri dalam negeri dan kepala pasukan polisi Sipil Guardia menerima surat serupa," kata Iglesias seperti dilansir dari Reuters, Jumat (23/4/2021).
Grandes-Marlaska sendiri tidak memberikan komentar resmi apa pun terkait laporan ini.
Iglesias telah muncul sebagai salah satu pemimpin politik utama Spanyol setelah Podemos, yang dibuat pada tahun 2014 dan kemudian berganti nama menjadi United Podemos, menjadi kelompok utama di sayap kiri.
Baca juga: AL Rusia Lacak Kapal Perang Spanyol di Laut Hitam
Partai tersebut telah bersekutu dengan Partai Sosialis kiri-tengah pada Januari 2020 untuk membentuk pemerintahan koalisi pertama sejak kembalinya demokrasi di Spanyol pada tahun 1970-an.
Iglesias adalah Menteri Hak Sosial hingga Maret, ketika dia mundur untuk mencalonkan diri dalam pemilihan daerah di Madrid, yang dijadwalkan pada 4 Mei mendatang.
Politisi dari koalisi pemerintah, termasuk Perdana Menteri Pedro Sanchez, telah menyatakan solidaritasnya terhadap Iglesias dan Marlaska atas kejadian ini.
Partai Vox, partai sayap kanan, dan partai otonom dari berbagai daerah di Spanyol belum mengeluarkan pernayataan.
Baca juga: Kasus Pembekuan Darah, Kuartet Eropa Tunda Peluncuran Vaksin AstraZeneca
(ian)
Lihat Juga :