Kapal Perang AS Batal ke Laut Hitam usai Diperingatkan Rusia, Pentagon Bungkam

Sabtu, 17 April 2021 - 07:50 WIB
loading...
Kapal Perang AS Batal...
Kapal perang USS Donald Cook Angkatan Laut Amerika Serikat. Foto/Kedutaan AS di Ukraina
A A A
WASHINGTON - Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menolak berkomentar terkait batalnya dua kapal perang Amerika masuk dan transit di Laut Hitam. Amerika membatalkan rencananya itu, setelah Rusia memperingatkan kapal-kapal Washington agar menjauhi Crimea.

Juru bicara Pentagon, John Kirby, menghindari pertanyaan dari wartawan pada hari Jumat tentang pembatalan tersebut. Dia memberitahu para awak media, "Badan pertahanan AS telah melakukan operasi kapal perang di Laut Hitam secara rutin, dan ini akan terus berlanjut."

Baca juga: Turki: AS Batal Kerahkan Dua Kapal Perang ke Laut Hitam

Menolak untuk mengonfirmasi atau menyangkal laporan bahwa AS membatalkan rencana transit kapal perangnya ke Laut Hitam dengan sengaja, Kirby mengatakan, "Kami tidak berbicara tentang pergerakan operasional maritim masuk dan keluar dari titik-titik tertentu."

Dalam komentarnya kepada Sputniknews sebelumnya yang dilansir Sabtu (17/4/2021), Departemen Pertahanan AS menolak untuk membahas transit Laut Hitam, dengan dalih "alasan keamanan." Namun, seorang perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Turki kemudian mencatat bahwa AS telah membatalkan transit kapal perangnya di jalur tersebut.

Kirby kemudian mengakui langkah Rusia untuk menerapkan pembatasan di beberapa bagian Laut Hitam, menggunakan kesempatan untuk mengecam Moskow atas tindakannya.

"Ini hanya akan menjadi contoh terbaru dari kampanye yang sedang berlangsung untuk merusak dan mengguncang Ukraina," kata Kirby. "Kami menyerukan kepada Rusia untuk menghentikan gangguan terhadap kapal di wilayah tersebut dan membalikkan penumpukan pasukannya di sepanjang perbatasan Ukraina dan menduduki Ukraina," kata Kirby.

Pejabat itu selanjutnya menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan AS untuk kedaulatan Ukraina atas wilayahnya, yang mencakup perbatasan yang diakui secara internasional hingga ke perairan teritorialnya.

Sebelumnya, Departemen Navigasi dan Oseanografi Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa dari 24 April hingga 31 Oktober akses akan dibatasi ke tiga wilayah Laut Hitam untuk kapal militer asing dan kapal lainnya.

Menyusul pengumuman tersebut, juru bicara NATO Oana Lungescu mengeluarkan pernyataan yang menyoroti keprihatinan aliansi militer dan menyebut langkah itu sebagai hal yang "tidak dapat dibenarkan".

Baca juga: Ukraina Ketir-ketir dengan 110.000 Tentara dan Senjata Nuklir Rusia

Lungescu lebih lanjut mengeklaim bahwa perkembangan itu adalah bagian dari pola perilaku destabilisasi Rusia yang lebih luas.

Pembatasan tersebut akan memengaruhi bagian barat Crimea, garis pantai dari Sevastopol ke Hurzuf, dan area di lepas semenanjung Kerch di sepanjang Cagar Alam Opuksky, serta semua area yang terletak di perairan teritorial Rusia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Ikuti Indonesia, Inggris...
Ikuti Indonesia, Inggris Resmi Melarang Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Rekomendasi
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Gempa Besar M6,7 Guncang...
Gempa Besar M6,7 Guncang Palu, BMKG: Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved