Turki: AS Batal Kerahkan Dua Kapal Perang ke Laut Hitam

Jum'at, 16 April 2021 - 06:29 WIB
loading...
Turki: AS Batal Kerahkan...
Menteri Luar Negeri Turki menyatakan AS batal mengerahkan dua kapal perangnya ke Laut Hitam. Foto/Ilustrasi
A A A
ANKARA - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Amerika Serikat (AS) membatalkan rencana untuk mengirimkan dua kapal perangnya ke Laut Hitam. Pembatalan ini terjadi setelah Rusia memperingatkan kapal-kapal AS untuk menjauh dari wilayah pantai Crimea yang dianeksasi pada 2014.

“AS secara lisan membatalkan perjalanan mereka kemarin. Kami belum menerima pernyataan tertulis," kata Cavusoglu dalam wawancara dengan NTV TV.

"Kapal-kapal itu masih bisa lewat dalam tiga hari setelah hari yang dijadwalkan tetapi jika tidak, mereka harus memberi tahu Turki lagi 15 hari sebelum perjalanan mereka," imbuhnya seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (16/4/2021).

Tidak ada alasan yang diberikan untuk perubahan rencana tersebut. Kapal perang AS telah dijadwalkan untuk menyeberang ke Laut Hitam pada Rabu dan Kamis. Tidak ada komentar langsung dari AS.

Rusia awal pekan ini memperingatkan bahwa penempatan angkatan laut AS di Laut Hitam akan dianggap "sangat provokatif". Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan kepada wartawan bahwa ancaman konsekuensi AS atas tindakan Rusia di Ukraina hanya akan memperkuat tekadnya untuk membela populasi berbahasa Rusia.

Baca juga: Rusia Peringatkan AS: Jauhi Crimea Demi Kebaikan Anda

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina berada pada titik tertinggi sejak berakhirnya pertempuran skala besar dalam konflik yang dimulai setelah Presiden Vladimir Putin mencaplok Crimea di Laut Hitam. Perang memperebutkan status dua wilayah yang memisahkan diri di timur Ukraina telah menelan korban lebih dari 13.000 jiwa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Kisah Unik Syifa Hadju,...
Kisah Unik Syifa Hadju, Afgan, Sheila Dara, dan Baskara di Balik Secangkir Kopi
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
Berita Terkini
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved