Peluncuran Kapal Perang Disuguhi Tarian Twerking, Ini Reaksi Menhan Australia

Jum'at, 16 April 2021 - 08:23 WIB
loading...
Peluncuran Kapal Perang...
Para penari seksi menyuguhkan tarian twerking dalam peluncuran kapal perang baru Australia, HMAS Supply, yang menuai kecaman dari berbagai pihak. Foto/ABC.net.au
A A A
CANBERRA - Peluncuran kapal perang baru Australia , HMAS Supply, disuguhi tarian twerking dari para perempuan seksi. Suguhan tari yang tak pantas untuk acara penting itu memicu kecaman yang meluas dan Menteri Pertahanan (Menhan) Peter Dutton kecewa.

Dutton mengaku telah mengambil tindakan atas tarian yang menampilkan gerakan provokasi seks itu. Dia berjanji insiden seperti itu tidak akan terulang lagi di masa mendatang.

Baca juga: Viral, Peluncuran Kapal Perang Australia Disuguhi Tarian Twerking

Video tarian itu telah di-posting oleh ABC dan menjadi viral di media sosial.

Menhan Dutton pada hari Jumat (16/4/2021) mengatakan dia telah berbicara dengan kepala Angkatan Laut tentang insiden itu ketika pemerintah bergulat dengan kekhawatiran tentang perlakuan terhadap perempuan.

"Itu tidak terlihat bagus," kata Dutton. “Saya telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa itu tidak akan terjadi lagi.”

Sementara itu, kelompok tari yang berbasis di Sydney, 101 Doll Squadron, mengaku kecewa dengan tindakan ABC yang mereka anggap telah mengedit video itu. Video yang diedit menunjukkan tarian disuguhkan kepada para pejabat yang sejatinya tidak hadir dalam upacara tersebut.

Kelompok tari tersebut mengatakan bahwa rekaman video juga diambil dari sudut yang tidak dapat dilihat oleh penonton, yang menurut mereka "menyeramkan" dan membuat mereka merasa "terancam dan dieksploitasi".

ABC telah mengeluarkan pernyataan meminta maaf atas editing video tersebut dan kepada para pejabat yang tidak hadir di pertunjukan itu.

Namun, media itu membela diri atas penayangan video pertunjukan tari twerking, dengan mengatakan itu diambil dengan cara standar.

Menteri Luar Negeri Marise Payne mengatakan kelompok tari komunitas telah mengalami pelecehan yang luar biasa dan menerima permintaan maaf dari penyiar ABC.

Baca juga: Israel Halangi Azan di Masjid Al-Aqsa, Palestina Sebut Bisa Picu Perang Agama

"Saya pikir itu sangat penting bagi pentingnya diskusi yang kita miliki tentang rasa hormat, dan bagaimana kita menghadapi satu sama lain, ketika kita memiliki perbedaan pendapat," katanya kepada Sunrise.

“Saya yakin pihak pembela akan memandang cara mereka menonton acara commissioning dan memastikan bahwa mereka menangani setiap kekhawatiran yang muncul," ujarnya.

“Tapi saya tidak ingin peserta dalam kelompok pertunjukan seperti itu harus menanggung hal-hal yang mereka nikmati dalam seminggu terakhir.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Berita Terkini
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved