Tak Terima Dijatuhi Sanksi, Rusia Ancam Akan Balas AS
Jum'at, 16 April 2021 - 01:40 WIB
loading...
A
A
A
Tak lama setelah AS mengumumkan sanksi, Inggris untuk pertama kalinya memberi tahu bahwa intelijen Inggris menyimpulkan bahwa Badan Intelijen Luar Negeri Rusia, atau SVR, berada di balik serangan SolarWinds. Sebuah pernyataan dari Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris Raya mengatakan peretasan itu bagian dari pola instruksi dunia maya yang lebih luas oleh SVR yang sebelumnya telah berusaha untuk mendapatkan akses ke pemerintah di seluruh Eropa dan anggota NATO.
Badan intelijen AS menyimpulkan pada Januari bahwa beberapa elemen pemerintah Rusia kemungkinan berada di balik serangan itu. Pemerintahan Biden pada saat itu menjanjikan bentuk pembalasan lainnya.
Baca juga: Sunburst, Serangan Siber Terburuk yang Pernah Melanda AS
Langkah yang diumumkan Kamis juga termasuk pengusiran 10 diplomat dari Kedutaan Besar Rusia di Washington yang menurut AS, pada kenyataannya, bekerja untuk dinas intelijen Rusia. Menyusul ancaman Kremlin pada Kamis pagi, Kedutaan Besar AS di Moskow kemungkinan akan menghadapi tuntutan serupa dari Rusia.
Langkah tersebut kemungkinan akan semakin memperburuk ketegangan yang sudah memburuk antara Rusia dan Barat. Pejabat di AS dan sekutunya telah memberikan peringatan dalam beberapa hari terakhir atas penumpukan besar-besaran pasukan Rusia di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina ke tingkat yang tidak terlihat sejak serangan awal ke wilayah Ukraina pada tahun 2014.
Direktur Pertahanan Badan Intelijen AS, Letjen. Scott Berrier, mengatakan kepada Kongres pada hari Rabu bahwa kehadiran pasukan Rusia dapat digunakan untuk latihan cepat atau mungkin serangan dengan tujuan terbatas.
Angkatan Laut AS dilaporkan berencana untuk mengirimkan dua kapal ke Laut Hitam untuk mencegah agresi militer Rusia di sana. Hingga Kamis pagi tidak jelas apakah pengerahan itu akan dilanjutkan.
Badan intelijen AS menyimpulkan pada Januari bahwa beberapa elemen pemerintah Rusia kemungkinan berada di balik serangan itu. Pemerintahan Biden pada saat itu menjanjikan bentuk pembalasan lainnya.
Baca juga: Sunburst, Serangan Siber Terburuk yang Pernah Melanda AS
Langkah yang diumumkan Kamis juga termasuk pengusiran 10 diplomat dari Kedutaan Besar Rusia di Washington yang menurut AS, pada kenyataannya, bekerja untuk dinas intelijen Rusia. Menyusul ancaman Kremlin pada Kamis pagi, Kedutaan Besar AS di Moskow kemungkinan akan menghadapi tuntutan serupa dari Rusia.
Langkah tersebut kemungkinan akan semakin memperburuk ketegangan yang sudah memburuk antara Rusia dan Barat. Pejabat di AS dan sekutunya telah memberikan peringatan dalam beberapa hari terakhir atas penumpukan besar-besaran pasukan Rusia di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina ke tingkat yang tidak terlihat sejak serangan awal ke wilayah Ukraina pada tahun 2014.
Direktur Pertahanan Badan Intelijen AS, Letjen. Scott Berrier, mengatakan kepada Kongres pada hari Rabu bahwa kehadiran pasukan Rusia dapat digunakan untuk latihan cepat atau mungkin serangan dengan tujuan terbatas.
Angkatan Laut AS dilaporkan berencana untuk mengirimkan dua kapal ke Laut Hitam untuk mencegah agresi militer Rusia di sana. Hingga Kamis pagi tidak jelas apakah pengerahan itu akan dilanjutkan.
Lihat Juga :