WHO: Kematian Akibat COVID-19 di Eropa Telah Melampaui Satu Juta

Jum'at, 16 April 2021 - 00:00 WIB
loading...
WHO: Kematian Akibat...
WHO menyatakan kematian akibat COVID-19 di Eropa telah melampaui angka satu juta. Foto/Ilustrasi
A A A
ATHENA - Seorang pejabat tinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan angka kematian akibat COVID-19 di Eropa telah melampaui satu juta. Ia juga memperingatkan bahwa situasi pandemi di Benua Biru tetap serius dengan sekitar 1,6 juta kasus baru dilaporkan setiap minggu.

Pernyataan yang dilontarkan Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge, bertujuan untuk menekankan bahwa Eropa harus menjaga jarak sosial dan mempercepat vaksinasi karena varian virus mendorong infeksi baru ke tingkat rekor di beberapa negara.

Secara keseluruhan, penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menunjukkan hampir tiga juta kematian telah dikaitkan dengan COVID-19 di seluruh dunia - dengan Amerika yang paling terpukul, diikuti oleh Eropa. Amerika Serikat, Brasil, dan Meksiko telah melaporkan jumlah kematian tertinggi, secara kolektif lebih dari 1,1 juta.

Baca juga: Kamboja Sebut Pandemi Covid-19 Bikin Mereka di Ambang 'Kehancuran'

Berbicara kepada wartawan selama kunjungan ke Yunani, Kluge memang menunjukkan tanda-tanda awal bahwa penularan mungkin melambat di beberapa negara di wilayah 53 negara Eropa anggota WHO, yang membentang ke Asia Tengah, dan mengutip insiden yang menurun di antara lansia.

Dia mengatakan proporsi kematian COVID-19 di antara orang di atas 80, yang telah diprioritaskan untuk vaksin, telah turun hingga hampir 30 persen - tingkat terendah dalam pandemi.

Inggris secara khusus telah menyaksikan infeksi baru dan kematian akibat COVID-19 turun secara dramatis sejak Januari, karena program vaksinasi yang berhasil dan penguncian nasional yang berkepanjangan yang hanya dibatalkan secara bertahap.

Baca juga: Jokowi-Merkel Tukar Pikiran Soal Penanganan Pandemi Covid-19

Menyikapi kekhawatiran baru-baru ini tentang vaksin, Kluge juga mengatakan risiko orang yang menderita pembekuan darah jauh lebih tinggi pada orang dengan COVID-19 daripada orang yang menerima vaksin virus Corona dari AstraZeneca.

“Jangan diragukan lagi, vaksin AstraZeneca efektif dalam mengurangi rawat inap COVID-19 dan mencegah kematian,” katanya seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (16/4/2021).

Ia menambahkan bahwa WHO merekomendasikan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk semua orang dewasa yang memenuhi syarat.

Baca juga: Pertama di Dunia, Denmark Setop Penggunaan Vaksin COVID-19 AstraZeneca
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved