Tentara AS Perkosa Istri Rekannya Tak Dihukum, Kemudian Perkosa Wanita Lain
Rabu, 14 April 2021 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
“Jika saya mengatakan tidak, maka itu akan menjadi pengadilan bertahun-tahun. Itu adalah cara termudah untuk memberikan penutupan itu kepada semua orang dan menyingkirkannya sebelum dia melakukan apa pun kepada orang lain."
Para korban dalam beberapa kasus baru-baru ini mengatakan penderitaan mereka bisa dicegah seandainya Hughes dituntut bertahun-tahun sebelumnya sehubungan dengan kasus 2017.
Baca juga: Stres akibat Perang Gaza, Veteran Tentara Israel Bakar Diri
Pensiunan Kolonel Don Christensen, mantan kepala jaksa Angkatan Udara dan presiden Protect Our Defenders saat ini, mengatakan bahwa menolak untuk menuntut pelanggar seksual cukup umum di dalam angkatan bersenjata AS. Dia tidak terlibat dalam persidangan Hughes tetapi mengetahui kasus tersebut.
"Terlepas dari mitos yang terus berlanjut bahwa tersangka pelaku kejahatan seks militer dituntut dengan tingkat tinggi, kenyataannya adalah rantai komando jarang mengirim tersangka ke pengadilan," katanya kepada Army Times.
“[Perintah] harus ngeri karena kegagalan mereka untuk meminta pertanggungjawaban pemerkosa memungkinkan pelaku kejahatan seks untuk melakukan gelombang kejahatan terhadap banyak korban.”
Para korban dalam beberapa kasus baru-baru ini mengatakan penderitaan mereka bisa dicegah seandainya Hughes dituntut bertahun-tahun sebelumnya sehubungan dengan kasus 2017.
Baca juga: Stres akibat Perang Gaza, Veteran Tentara Israel Bakar Diri
Pensiunan Kolonel Don Christensen, mantan kepala jaksa Angkatan Udara dan presiden Protect Our Defenders saat ini, mengatakan bahwa menolak untuk menuntut pelanggar seksual cukup umum di dalam angkatan bersenjata AS. Dia tidak terlibat dalam persidangan Hughes tetapi mengetahui kasus tersebut.
"Terlepas dari mitos yang terus berlanjut bahwa tersangka pelaku kejahatan seks militer dituntut dengan tingkat tinggi, kenyataannya adalah rantai komando jarang mengirim tersangka ke pengadilan," katanya kepada Army Times.
“[Perintah] harus ngeri karena kegagalan mereka untuk meminta pertanggungjawaban pemerkosa memungkinkan pelaku kejahatan seks untuk melakukan gelombang kejahatan terhadap banyak korban.”
(min)
Lihat Juga :