Stres akibat Perang Gaza, Veteran Tentara Israel Bakar Diri

loading...
Stres akibat Perang Gaza, Veteran Tentara Israel Bakar Diri
Para tentara Israel beristirahat di perbatasan Gaza di sela-sela perang pada 6 Agustus 2014. Foto/REUTERS/Amir Cohen
TEL AVIV - Seorang veteran tentara Israel berusia 26 tahun membakar diri hingga terluka parah. Veteran berusia 26 tahun itu menderita gangguan stres pasca-trauma sejak perang Gaza 2014.

Aksi bakar diri veteran itu telah mengejutkan pemerintah Zionis yang selama ini membanggakan keunggulan pasukannya.

Baca juga: Mossad: Iran Pakai Akun Medsos Wanita Cantik untuk Pikat Orang Israel

Itzik Saidian pergi ke layanan dukungan untuk tentara yang terluka di dekat Tel Aviv pada hari Senin. Dia lantas menyiram dirinya dengan cairan yang mudah terbakar dan menyalakannya. "Karena tekanan psikologis yang signifikan," kata militer Israel.

Dia dilarikan ke unit perawatan intensif Rumah Sakit Tel Hashomer dekat Tel Aviv dan berada dalam kondisi kritis. "(Menderita) luka bakar yang dalam di sekujur tubuhnya," kata pihak rumah sakit.



Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dia sangat terkejut. "(Kami) bertekad untuk melakukan reformasi total dalam cara kami merawat para veteran kami yang cacat dan terluka," katanya.

Veteran perang Gaza yang masih muda itu diketahui cacat sebagian karena menderita PTSD (post-traumatic stress disorder) terkait pengabdiannya selama perang 2014 antara Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza.

Sekitar 2.250 orang Palestina tewas dalam perang itu, sebagian besar warga sipil, dan 74 orang Israel tewas, sebagian besar tentara.

Bakar diri Saidian terjadi pada malam Israel’s Remembrance Day, hari peringatan untuk tentara yang tewas dan korban penyerangan.

Aksi Saidian memicu kontroversi mengenai sistem dukungan untuk tentara yang terluka atau sakit psikologis, yang sering dianggap tidak efisien dan birokratis.



“Dia melihat hal-hal yang mengerikan dan tidak ada yang merawatnya,” kata saudara laki-lakinya yang menangis, Avi Saidian, kepada wartawan di rumah sakit, seperti dikutip AFP, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: PM Israel: Kami Tak Ingin Perang, tapi Tak Akan Biarkan Iran Peroleh Bom Nuklir

Menteri Pertahanan Benny Gantz mengumumkan penyelidikan menyeluruh untuk menemukan alasan peristiwa tragis tersebut. Kementeriannya berjanji untuk secara substansial meningkatkan perlakuan terhadap tentara pasca-trauma.

Layanan militer adalah wajib di Israel untuk warga berusia 18 tahun. Para perempuan melayani dua tahun dan pria dua tahun enam bulan.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top