Tentara Rusia di Dekat Ukraina Siap Perang Besar-besaran

Rabu, 14 April 2021 - 07:55 WIB
loading...
A A A
Shoigu mengatakan bahwa pemindahan pasukan Rusia ke perbatasan Ukraina terjadi sebagai respons atas aktivitas militer aliansi Barat yang mengancam Rusia.

Tindakan itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan Moskow dengan blok NATO pimpinan AS dan setelah pertempuran berdarah di timur Ukraina antara pasukan Kiev dan milisi dua republik yang memisahkan diri dari Ukraina.

"Pasukan Washington sedang dipindahkan dari bagian benua Amerika Utara melintasi Atlantik ke Eropa, dan pasukan ini bergerak melalui Eropa ke perbatasan Rusia. Kekuatan utama terkonsentrasi di Laut Hitam dan wilayah Baltik," paparnya merinci pergerakan pasukan Amerika yang menjadi ancaman bagi Moskow.

Pada saat yang sama, menteri pertahanan tersebut mengatakan perbatasan baru juga terbuka dalam konflik antara Rusia dan Barat di ujung utara yang beku.

"Untuk memperkuat kemampuan pertahanan Federasi Rusia dan melindungi kepentingan nasionalnya di Kutub Utara," katanya. "Kementerian Pertahanan secara sistematis bekerja untuk meningkatkan kemampuan tempur Armada Utara," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (14/4/2021).

Pekan lalu, para diplomat Moskow mengungkapkan bahwa mereka telah mengadakan pembicaraan darurat dengan rekan-rekannya di Washington sebagai bagian dari upaya untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved