Beijing Kutuk Rencana Jepang Buang Air Nuklir Fukushima ke Laut
Selasa, 13 April 2021 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Dai-ichi di prefektur Fukushima mengalami kehancuran setelah dilanda gempa berkekuatan 9,0 skala Richter dan tsunami setinggi 15 meter pada Maret 2011. Itu adalah bencana nuklir terburuk sejak kecelakaan Chernobyl tahun 1986 di Uni Soviet.
Operator pembangkit listrik Jepang, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) Holdings, memperkirakan akan kehabisan ruang penyimpanan paling cepat musim gugur 2022.
"Air yang berasal dari tritiated telah diolah dalam proses yang menghilangkan bahan radioaktif lainnya, termasuk strontium dan cesium yang sangat beracun," kata TEPCO.
Jepang mengatakan tidak ada cara praktis untuk menghilangkan tritium dari air, dan IAEA telah mendukung rencananya untuk membuang limbah ke laut.
Baca juga: Gempa M 7,3 Fukushima Adalah 'Gempa Susulan' dari Gempa 2011 Penyebab Bencana Nuklir
Operator pembangkit listrik Jepang, Tokyo Electric Power Company (TEPCO) Holdings, memperkirakan akan kehabisan ruang penyimpanan paling cepat musim gugur 2022.
"Air yang berasal dari tritiated telah diolah dalam proses yang menghilangkan bahan radioaktif lainnya, termasuk strontium dan cesium yang sangat beracun," kata TEPCO.
Jepang mengatakan tidak ada cara praktis untuk menghilangkan tritium dari air, dan IAEA telah mendukung rencananya untuk membuang limbah ke laut.
Baca juga: Gempa M 7,3 Fukushima Adalah 'Gempa Susulan' dari Gempa 2011 Penyebab Bencana Nuklir
(ian)
Lihat Juga :