Gerombolan 25 Pesawat Militer China Serbu ADIZ Taiwan

Selasa, 13 April 2021 - 11:28 WIB
loading...
Gerombolan 25 Pesawat...
Pesawat tempur multi-peran J-16 militer China. Foto/MND Taiwan
A A A
TAIPEI - Sebanyak 25 pesawat militer China menyerbu zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan pada hari Senin. Itu merupakan yang paling banyak dari manuver gerombolan pesawat militer Beijing sepanjang tahun ini.

Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan merinci pesawat-pesawat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China yang terlibat dalam penerobosan ADIZ kemarin antara lain 14 pesawat tempur multi-peran J-16, empat pesawat tempur multi-peran J-10, empat pembom H-6K, 2 pesawat anti-kapal selam Y-8 dan satu pesawat peringatan dini dan kontrol udara KJ-500.

Baca juga: Gores Stiker Berisi Ayat Alquran, Dua Wanita Non-Muslim Dituduh Menista Agama

Menurut grafik manuver pesawat yang ditunjukkan MND sebagaimana dikutip Focus Taiwan, Selasa (13/4/2021), semua pesawat PLA beroperasi di wilayah udara barat daya Taiwan, wilayah antara pulau Taiwan dan Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan.

Ke-25 pesawat China yang terbang menerobos ADIZ Taiwan kemarin mengalahkan level terbanyak sebelumnya sepanjang tahun ini, yakni manuver 20 pesawat PLA pada 26 Maret lalu setelah Taipei dan Washington menandatangani kesepakatan untuk memperkuat kerjasama maritim.

Angkatan Udara Taiwan merespons dengan melakukan scrambling pesawat tempur untuk memantau pesawat-pesawat PLA, mengeluarkan peringatan radio dan memobilisasi aset pertahanan udara sampai pesawat-pesawat PLA meninggalkan wilayah tersebut.

ADIZ dideklarasikan oleh suatu negara untuk memungkinkannya mengidentifikasi, menemukan, dan mengendalikan pesawat asing yang mendekati, tetapi zona tersebut tidak dianggap sebagai wilayah udara teritorial.

Namun, penerbangan PLA ke ADIZ Taiwan dipandang oleh Taiwan sebagai provokasi, dan intensitasnya semakin meningkat.

Meskipun hal itu telah terjadi hampir setiap hari sejak pertengahan September 2020, ketika MND Taiwan mulai mengumumkan misi semacam itu kepada publik, baru-baru ini Beijing telah mengerahkan dua digit jumlah pesawat ke ADIZ dalam satu hari.

Tidak jelas mengapa Beijing mengerahkan begitu banyak pesawat militer ke daerah itu pada hari Senin, tetapi itu bertepatan dengan peringatan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken kepada Beijing atas "tindakan yang semakin agresif" yang ditujukan terhadap Taiwan.

"Ini akan menjadi kesalahan serius bagi siapa pun untuk mencoba mengubah status quo itu dengan paksa," kata Blinken dalam wawancara di program "Meet the Press" NBC pada hari Minggu waktu AS.

Baca juga: PM Israel: Kami Tak Ingin Perang, tapi Tak Akan Biarkan Iran Peroleh Bom Nuklir

Setelah wawancara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengeluarkan pernyataan yang menyatakan penghargaan atas dukungan Blinken kepada Taiwan dan pengakuan AS akan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Beijing, yang melihat Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, telah menyatakan niatnya untuk "bersatu kembali" dengan Taiwan, dengan kekerasan jika perlu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Keji! Pasangan Muda-Mudi...
Keji! Pasangan Muda-Mudi Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Bus
Rekomendasi
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved