Giliran Vietnam Siap Perang, Laut China Selatan Kian Memanas

Senin, 12 April 2021 - 07:59 WIB
loading...
A A A
"Kepura-puraan Beijing tentang hanya menggunakan lambung putih (kapal Coast Guard) untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas Laut China Selatan sudah berakhir," kata analis keamanan maritim Universitas Nanyang di Singapura, Collin Koh.

“Apa yang terbukti adalah bahwa Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sekarang terlibat dalam patroli aktif bersama (Coast Guard) dan milisi maritim di yang disebut 'perairan di bawah yurisdiksi nasional' yang mencakup 'perairan relevan lainnya'. Itu harus diartikan sebagai perairan yang dikelilingi oleh sembilan garis putus-putus (Beijing)," papar Koh.

Baca juga: Pasukan Amfibi AS Bergabung dengan Kapal Induk Roosevelt di Laut China Selatan

Vietnam dan China pernah berperang singkat pada 1979. Hanoi berhasil memukul mundur invasi ke utara Vietnam. Tetapi China berhasil menguasai sebagian besar Kepulauan Paracel yang berada di antara kedua negara.

Kapal-kapal dari kedua belah pihak secara teratur bentrok di seluruh Laut China Selatan sejak saat itu.

Manila juga memiliki pengalaman "ekspansi yang merayap" di Beijing.

China membangun bangunan di Mischief Reef pada tahun 1994. Empat tahun kemudian, ia mulai mengubah terumbu karang menjadi benteng terumbu buatan, lengkap dengan lapangan terbang, pelabuhan, dan sistem persenjataan.

"Kehadiran terus-menerus milisi maritim China di daerah tersebut mengungkapkan niat mereka untuk menduduki lebih lanjut fitur di Laut Filipina Barat (Laut China Selatan)," kata Menteri Pertahanan Nasional Filipina Delfin Lorenzana.

Kawanan "milisi" Beijing telah menyebar ke terumbu dan fitur lain di Spratley. Tapi sekitar 44 tetap berlabuh di perlindungan Whitsun Reef.

Namun kedatangan kapal Angkatan Laut China di wilayah tersebut telah mendorong Amerika Serikat (AS) untuk mengeluarkan peringatan keras.

"Serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata Filipina, kapal umum atau pesawat terbang di Pasifik, termasuk di Laut China Selatan, akan memicu kewajiban kami di bawah Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam konferensi pers, Kamis pekan lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved