Pasukan Amfibi AS Bergabung dengan Kapal Induk Roosevelt di LCS

Jum'at, 09 April 2021 - 14:16 WIB
loading...
Pasukan Amfibi AS Bergabung...
Pasukan amfibi AS bergabung dengan kapal induk USS Rosevelt di Laut China Selatan. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Kapal induk Amerika Serikat (AS) telah memasuki Laut China Selatan (LCS) di tengah meningkatnya ketegangan negara itu dengan China . Beberapa kapal perang lain telah berlayar sangat dekat dengan perairan China, termasuk kapal perusak pada hari Rabu yang melintasi Selat Taiwan .

Menurut kelompok think tank South China Sea Probing Initiative (SCSPI), USS Makin Island memasuki Laut China Selatan pada Rabu melalui Selat Malaka, bergabung dengan USS Theodore Roosevelt, yang melakukan jalur yang sama beberapa hari lalu.

Pada hari yang sama, Komando Indo-Pasifik AS men-tweet foto anggota kru Makin Island yang terlibat dalam latihan target dengan pistol M9 mereka dengan caption "Pelaut berpartisipasi dalam latihan tembak langsung." Tidak jelas apakah kapal perang itu terlibat dalam latihan tembakan langsung lainnya.

Sebuah kapal serbu amfibi dengan dek penerbangan kapal induk dan beberapa lusin pesawat lepas landas vertikal, USS Makin Island berlayar dari Teluk Persia dengan dua dermaga platform pendaratan yang lebih kecil: USS Somerset dan USS San Diego. Bersama-sama, mereka dapat membawa lebih dari 3.000 Marinir AS dan peralatan serbu amfibi.

Baca juga: China Semakin Agresif, AS Tegaskan Siap Bela Filipina dan Taiwan

Namun, dengan USS Makin Island di luar Samudra Hindia, tidak ada kapal induk AS di kawasan itu untuk pertama kalinya sejak awal 2019, karena pemerintahan Trump meningkatkan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Iran setelah menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015. Sebagai gantinya, komando atas US Navy Task Force 50 sedang dilakukan dari kapal induk Prancis Charles de Gaulle di Teluk Persia seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (9/4/2021).

Bagaimanapun, di Laut Cina Selatan, dua kapal induk AS tiba di tengah-tengah kebuntuan yang tegang antara China dan Filipina . Filipina terus mengajukan keluhan resmi tentang keberadaan beberapa kapal penangkap ikan China di dekat Whitsun Reef, yang kepemilikannya disengketakan antara kedua negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Ngawur, Menteri Zionis...
Ngawur, Menteri Zionis Ini Klaim Gaza Milik Israel Sesuai Hukum Internasional
Rekomendasi
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved