Pemilu Palestina Berpotensi Ciptakan 'Perpecahan' di Dalam Negeri
Senin, 12 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
RAMALLAH - Pemilihan umum Palestina akan mulai digelar pada akhir Mei mendatang. Puluhan orang dilaporkan mencalonkan diri dalam pemilihan umum pertama dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.
Seperti diketahui, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengumumkan bahwa pemilihan umum 2021 akan mencakup pemilihan legislatif pada 22 Mei, pemilihan presiden pada 31 Juli, dan pemilihan Dewan Nasional Palestina pada 31 Agustus.
Baca: AS dan Israel Takut Kemungkinan Hamas Menang Pemilu Palestina
Menurut analis, dengan banyaknya pencalonan, menandai potensi penyebaran suara dan perpecahan dalam sikap pemilih. Ini karena sebagian besar daftar calon independen kecil diharapkan tidak dapat melewati ambang batas.
Abdulmajid Sweilem, seorang analis politik dari kota Ramallah, Tepi Barat menuturkan, dengan banyaknya calon yang mendaftar menggambarkan betapa bersemangatnya orang-orang Palestina untuk untuk menyambut pemilihan umum, setelah 15 tahun absen.
"Pemilu mendatang sangat penting, karena ini adalah pertempuran yang menentukan dan menentukan masa depan sistem politik Palestina dan seluruh tujuan nasional," katanya, seperti dilansir Xinhua.
Seperti diketahui, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengumumkan bahwa pemilihan umum 2021 akan mencakup pemilihan legislatif pada 22 Mei, pemilihan presiden pada 31 Juli, dan pemilihan Dewan Nasional Palestina pada 31 Agustus.
Baca: AS dan Israel Takut Kemungkinan Hamas Menang Pemilu Palestina
Menurut analis, dengan banyaknya pencalonan, menandai potensi penyebaran suara dan perpecahan dalam sikap pemilih. Ini karena sebagian besar daftar calon independen kecil diharapkan tidak dapat melewati ambang batas.
Abdulmajid Sweilem, seorang analis politik dari kota Ramallah, Tepi Barat menuturkan, dengan banyaknya calon yang mendaftar menggambarkan betapa bersemangatnya orang-orang Palestina untuk untuk menyambut pemilihan umum, setelah 15 tahun absen.
"Pemilu mendatang sangat penting, karena ini adalah pertempuran yang menentukan dan menentukan masa depan sistem politik Palestina dan seluruh tujuan nasional," katanya, seperti dilansir Xinhua.
Lihat Juga :