AS Kirim Kapal Perang ke Laut Hitam, Ini Respons Rusia

Sabtu, 10 April 2021 - 13:25 WIB
loading...
AS Kirim Kapal Perang...
Rusia menegaskan tanggung jawab menjaga keamanan Laut Hitam adalah milik negara Laut Hitam sendiri. Foto/Researc Gate
A A A
MOSKOW - Rusia mengaku prihatin atas meningkatnya aktivitas negara asing yang tidak memiliki garis pantai di kawasan Laut Hitam. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Luar NegeriRusia Aleksandr Grushko.

Mengomentari informasi tentang kedatangan dua kapal perang Amerika Serikat (AS), Grushko mengatakan entri ke Laut Hitam oleh kapal perang negara-negara NATO dan durasi kehadiran mereka telah meningkat baru-baru ini.

"Tanggung jawab untuk menjaga keamanan di Laut Hitam adalah milik negara Laut Hitam sendiri, yang telah menciptakan semua alat yang diperlukan untuk ini, termasuk Kerja Sama Ekonomi Laut Hitam," kata Grushko kepada kantor berita Rusia Interfax yang dinukil Anadolu, Sabtu (10/4/2021).

Sebelumnya, seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada wartawan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal perang ke Laut Hitam dalam beberapa minggu mendatang. Itu dilakukan di tengah penumpukan besar militer Rusia di perbatasan Ukraina .

Baca juga: Rusia-Ukraina Bersitegang, AS Pertimbangkan Kirim Kapal Perang ke Laut Hitam

Dia mengingatkan bahwa menurut Konvensi Montreux, AS harus memberi tahu Turki 14 hari sebelumnya tentang rencana perjalanan kapal melalui Dardanella dan Bosphorus.

Pada hari Jumat, Turki mengatakan menerima pemberitahuan untuk lewatnya dua kapal angkatan laut AS melalui selat Turki.

"Kapal-kapal itu akan memasuki Laut Hitam secara terpisah pada 14 dan 15 April, dan akan tetap di sana hingga 4 dan 5 Mei," menurut sumber diplomatik Turki.

Baca juga: Turki: AS Kerahkan Dua Kapal Perang ke Laut Hitam Pekan Depan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Jet Tempur F-16 AS Tembak...
Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka
Rekomendasi
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
Terinspirasi Perang...
Terinspirasi Perang Revolusi AS, Ribuan Demonstran Turun ke Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved