Turki: AS Kerahkan Dua Kapal Perang ke Laut Hitam Pekan Depan

loading...
Turki: AS Kerahkan Dua Kapal Perang ke Laut Hitam Pekan Depan
Sebuah kapal perang AS saat beroperasi di Laut Hitam di masa lalu. Foto/Twitter @Yoruklsik
ANKARA - Kementerian Luar Negeri Turki mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan dua kapal perang melalui Bosphorus ke Laut Hitam pada pekan depan.

Rencana pengiriman dua kapal perang AS itu muncul ketika ketegangan antara Rusia dan Ukraina semakin memanas.

Baca juga: Rusia-Ukraina Bersitegang, AS Pertimbangkan Kirim Kapal Perang ke Laut Hitam

Sumber di Kementerian Luar Negeri Turki, yang dikutip AFP, Sabtu (10/4/2021), mengatakan kapal-kapal perang Amerika akan melewati Bosphorus dan memasuki wilayah menegangkan itu pada 14 dan 15 April. Keduanya akan meninggalkan Laut Hitam pada 4 Mei dan 5 Mei.

Washington diharuskan memberi tahu Ankara setidaknya 15 hari sebelumnya sebelum mengirim kapal perang melalui selat Bosphorus dan Dardanelles di bawah ketentuan Konvensi Montreux 1936.



Ketentuan perjanjian memungkinkan kapal perang asing untuk tinggal di Laut Hitam selama 21 hari.

Kapal Angkatan Laut AS secara rutin beroperasi di wilayah tersebut untuk mendukung Ukraina, yang telah memerangi pasukan separatis pro-Rusia di timur Ukraina sejak revolusi 2014 menggulingkan pemimpin pro-Moskow di Kiev.

Rusia kemudian menganeksasi Semenanjung Krimea Pada tahun yang sama, yang memicu perseteruan antara Moksow dengan Barat hingga hari ini.

Rusia baru-baru ini mengirim bala bantuan militer ke dekat perbatasan Ukraina dan Crimea.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan jumlah pasukan Rusia di perbatasan dengan Ukraina sekarang lebih besar daripada sebelumnya sejak 2014.



Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan besok di Istanbul.

Kedutaan AS di Turki menolak berkomentar terkait rencana pengerahan dua kapal perang ke Laut Hitam.

Konflik di bagian timur Ukraina yang sebagian besar penduduknya berbahasa Rusia telah merenggut lebih dari 13.000 jiwa dan berubah menjadi masalah yang mengganggu dalam hubungan Moskow dengan Barat.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top