Denmark Terima Jet Tempur Siluman F-35 Pertama dari AS, Bisingnya Jadi Kontroversi

Jum'at, 09 April 2021 - 02:20 WIB
loading...
Denmark Terima Jet Tempur...
Pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning II Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Jet tempur siluman F-35 pertama pesanan Denmark telah diserahkan oleh produsennya, Lockheed Martin, yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Jet tempur canggih itu tetap dibeli meski kebisingannya jadi kontroversi di negara Eropa tersebut.

Pesawat tempur F-35 diserahkan dalam upacara di Fort Worth, Texas, pada hari Kamis yang menandakan hasil kerjasama pertama yang dimulai beberapa dekade lalu.

Baca juga: China Kirim Lebih Banyak Jet Tempur, Taiwan Siap Berperang Sampai Akhir

Denmark menandatangani perjanjian kerjasama industri jet tempur F-35 pada tahun 1997.

"Hari ini adalah hari yang penting, penting dan tonggak yang sangat penting—untuk Denmark, pertahanan Denmark, dan tidak terkecuali kemitraan Denmark-AS yang kuat. F-35 berada di liga tersendiri dan akan menguntungkan Denmark selama bertahun-tahun yang akan datang," kata Menteri Pertahanan Trine Bramsen pada upacara tersebut.

"Jadi resmi. Angkatan Bersenjata Denmark telah memasuki liga baru dengan penyerahan yang pertama dari total 27 jet tempur F-35. Kepala Pertahanan menyebutnya 'perubahan signifikan untuk seluruh Angkatan Bersenjata'," imbuh militer Denmark di Twitter.

Dijuluki L-001, jet tersebut adalah salah satu dari 27 unit F-35 yang dijadwalkan untuk dikirim ke Denmark dan meningkatkan armada F-16 yang sudah menua. Namun, jet pertama itu tidak akan menuju ke Denmark pada saat ini, tetapi akan digunakan untuk melatih pilot dan personel pesawat tempur Denmark di Pangkalan Angkatan Udara Luke di Arizona.

Kelompok pertama F-35 dijadwalkan tiba di Denmark pada tahun 2023, di mana mereka akan ditempatkan di Pangkalan Udara Skrydstrup.

Sementara itu, perdebatan tentang kebisingan atau polusi suara dari pengadaan F-35 oleh Denmark terus meningkat di publik di tengah pengukuran dan data pribadi dari Belanda.

Menurut laporan Danish Radio, di Belanda, pengukuran kebisingan sistematis dari tahun 2020 mengungkapkan bahwa F-35 sebenarnya membuat lebih banyak kebisingan daripada yang telah dihitung dan dijelaskan sebelumnya.

Ketakutan warga Denmark terhadap kebisingan jet tempur itu dipicu oleh pria lokal Morten Andersen yang telah lebih dari setengah tahun mengukur tingkat kebisingan dari F-16 di kebunnya. Data penghitungannya jauh melebihi perhitungan pihak berwenang.

"Perhitungan kebisingan pihak berwenang menunjukkan bahwa F-35 akan mengeluarkan suara maksimum 91 dB di sini bersama saya. Tetapi ketika saya sudah dapat mengukur 95 dB dari F-16, maka ada sesuatu yang salah," kata Andersen kepada Danish Radio.

Menurutnya, dia beberapa kali mengukur tingkat kebisigan di atas 120 dB, yang mengancam pendengaran seseorang.

"Mereka harus memperlakukan kami dengan baik, dan mereka tidak melakukannya. Saya tidak berpikir ini adil. Seluruh Denmark mendapat keuntungan dari jet tempur, tetapi hanya sedikit penduduk setempat yang membayar harganya," ujarnya.

Baca juga: China Bikin Jet Tempur Siluman Baru, Diklaim Selevel F-22 dan Su-57

F-35 lebih berat serta lebih besar dan dilaporkan mengeluarkan lebih banyak suara daripada pendahulunya, yang menimbulkan pertanyaan bagi militer Denmark.

Harga pesawat itu sendiri mencapai sekitar DKK20 miliar (USD3,2 miliar). Total biaya seumur hidup untuk program F-35 diperkirakan mencapai DKK57 miliar (USD9,1 miliar), menjadikannya biaya yang terbesar di Denmark. Diharapkan semua jet tempur F-35 akan tiba di tanah Denmark pada tahun 2026.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved