Serukan Pembebasan Suu Kyi, Dubes Myanmar Dikunciin Diluar Kedubes London

Kamis, 08 April 2021 - 07:41 WIB
loading...
Serukan Pembebasan Suu...
Duta Besar Myanmar untuk Inggris, Kyaw Zwar Minn mengatakan, ia telah dikunci di luar kantornya. Foto/Straits Times
A A A
LONDON - Duta Besar Myanmar untuk Inggris , Kyaw Zwar Minn mengatakan, ia telah dikunci di luar kantornya dan tidak diperbolehkan masuk ke kedutaan. Ini terjadi setelah Kyaw Zwar Minn telah memutuskan hubungan dengan junta yang berkuasa dalam beberapa pekan terakhir. Ia juga menyerukan pembebasan pemimpin sipil yang ditahan Aung San Suu Kyi .

Militer merebut kekuasaan di Myanmar dalam kudeta pada Februari dan menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi dengan beringas.

"Saya telah dikunci," katanya di luar kedutaan di pusat kota London.

“Ini semacam kudeta, di tengah-tengah London. Anda dapat melihat bahwa mereka menempati gedung saya,” katanya, menambahkan bahwa dia sedang berbicara dengan Kementerian Luar Negeri Inggris tentang situasinya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Rusia: Sanksi Myanmar oleh Barat Bisa Picu Perang Saudara Skala Penuh

Empat sumber diplomatik yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa Wakil Duta Besar Chit Win telah mengambil alih sebagai kuasa hukum dan dia serta atase militer telah mengunci duta besar di luar gedung.

Kyaw Zwar Minn berbicara di sebelah kedutaan, di mana polisi berjaga. Dia berbicara kepada pengunjuk rasa di luar gedung Kedubes.

“Kami mengetahui adanya protes di luar kedutaan Myanmar di Mayfair, London. Petugas ketertiban umum hadir. Tidak ada penangkapan,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Bulan lalu, duta besar Kyaw Zwar Minn telah menyerukan pembebasan Suu Kyi dan Presiden Win Myint. Kyaw Zwar Minn pun menuai pujian atas keberaniannya dari Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.

Baca juga: Memilukan, Anak-anak Myanmar Sembunyi di Lubang Tanah karena Dibom Militer

“Ini gedung saya, saya harus masuk ke dalam. Itu sebabnya saya menunggu di sini,” tegas Kyaw Zwar Minn.

Inggris telah memberikan sanksi kepada anggota militer Myanmar dan beberapa kepentingan bisnisnya setelah kudeta, dan menuntut pemulihan demokrasi.

Pejabat Inggris berbicara dengan perwakilan dari kedua belah pihak dan polisi, dengan tujuan menyelesaikan perselisihan di kedutaan dengan cepat dan tenang.

"Kami mencari informasi lebih lanjut menyusul insiden di kedutaan Myanmar di London," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Bertemu Menlu China, Menlu Retno Singgung Soal Situasi Myanmar
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved