AS Pulihkan Bantuan untuk Palestina Senilai Rp3,4 Triliun

loading...
AS Pulihkan Bantuan untuk Palestina Senilai Rp3,4 Triliun
Pekerja mendorong gerobak saat sejumlah orang menunggu bantuan di kamp pengungsi Beach, Jalur Gaza, 7 April 2021. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana memberikan bantuan untuk Palestina sebesar USD235 juta (Rp3,4 triliun).

Biden memulai kembali pendanaan untuk badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mendukung para pengungsi dan memulihkan bantuan lain yang dihentikan mantan Presiden AS Donald Trump.

Langkah itu diungkapkan sejumlah orang yang mengetahui masalah tersebut.

Baca juga: Aksi Tabrak Lari, Pemukim Yahudi Bunuh Wanita Palestina Umur 73 tahun

Paket bantuan kemanusiaan, ekonomi dan keamanan itu diumumkan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS sebagai bagian upaya memperbaiki hubungan AS dengan Palestina yang hampir runtuh selama masa jabatan Trump.



Baca juga: Hizbullah Lebanon Hendak Buka Kantor Perwakilan di Rusia

Ini akan menandai langkah paling signifikan Presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden sejak dia menjabat pada 20 Januari.

Baca juga: Taiwan Siap Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan Jika China Menyerang

Biden menepati janjinya membatalkan beberapa komponen dari pendekatan Trump yang dikecam Palestina sebagai sangat bias dalam mendukung Israel.

“Rencana tersebut menyerukan USD150 juta melalui badan bantuan PBB, UNRWA, USD75 juta dalam dukungan ekonomi AS dan USD10 juta dalam pendanaan pembangunan,” ungkap pemberitahuan yang dikirim melalui email oleh pemerintah AS ke kantor-kantor kongres.



Pemerintahan Biden telah berjanji melanjutkan bantuan ratusan juta dolar dan bekerja untuk membuka kembali misi diplomatik Palestina di Washington.

Para pembantu Biden juga mengisyaratkan bahwa mereka ingin menetapkan kembali tujuan solusi dua negara yang dinegosiasikan sebagai prioritas dalam kebijakan AS tentang konflik Israel-Palestina.

Namun sejauh ini pemerintahan Biden telah bergerak dengan hati-hati, dan setiap langkah besar kemungkinan akan menunggu sampai debu bersih setelah pemilu Israel Maret, yang akan diikuti pemilu Palestina yang dijadwalkan dalam beberapa bulan mendatang.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top