China Kirim Lebih Banyak Jet Tempur, Taiwan Siap Berperang Sampai Akhir

Kamis, 08 April 2021 - 03:03 WIB
loading...
China Kirim Lebih Banyak...
Kapal induk China, Liaoning, melintasi Selat Miyako dekat Okinawa menuju Pasifik pada 4 April 2021. Foto/REUTERS
A A A
TAIPEI - China mengirim lebih banyak jet tempur ke zona pertahanan udara Taiwan pada Rabu (7/4) dalam unjuk kekuatan yang meningkat di sekitar pulau itu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Taiwan Joseph Wu mengatakan siap berjuang sampai akhir jika China menyerang.

Taiwan mengeluhkan aktivitas militer berulang oleh Beijing dalam beberapa bulan terakhir, dengan angkatan udara China hampir setiap hari melakukan serangan di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

Baca juga: Taiwan Siap Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan Jika China Menyerang

Pada Senin, China mengatakan satu kelompok kapal induk sedang berlatih di dekat Taiwan.

Baca juga: Taiwan Ancam Tembak Jatuh Drone China di Laut China Selatan

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Taiwan mengatakan 15 pesawat China termasuk 12 pesawat tempur memasuki zona identifikasi pertahanan udaranya.

Baca juga: Kapal Induk dan Beberapa Kapal Perang China Bermanuver di Dekat Taiwan

Selain itu, pesawat anti-kapal selam China terbang ke selatan melalui Selat Bashi antara Taiwan dan Filipina.

“Angkatan udara Taiwan mengirim pesawat untuk mencegat dan memperingatkan China,” ungkap pernyataan Kemhan Taiwan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan Amerika Serikat (AS) prihatin tentang risiko konflik di wilayah itu.

"Dari pemahaman saya yang terbatas tentang pembuat keputusan Amerika yang mengamati perkembangan di kawasan ini, mereka jelas melihat bahaya kemungkinan China melancarkan serangan terhadap Taiwan," papar dia kepada wartawan di kementeriannya.

“Kami siap membela diri tanpa ada pertanyaan dan kami akan berperang jika kami perlu berperang. Dan jika kami perlu mempertahankan diri kami sendiri sampai hari terakhir kami akan membela diri kami sendiri sampai hari terakhir," tegas dia.

Kantor Urusan Taiwan China dan Departemen Luar Negeri AS tidak menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Wu.

China mengatakan aktivitasnya di sekitar Taiwan bertujuan melindungi kedaulatan China.

Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinannya tentang aktivitas China, dan mengatakan komitmen Washington ke Taiwan sangat kuat.

Dengan aksi militer yang ditingkatkan di dekat Taiwan, Angkatan Laut AS mengatakan kapal perusak berpeluru kendali USS John S McCain melakukan transit "rutin" di Selat Taiwan pada Rabu.

Baik Taiwan maupun China tidak mengatakan dengan tepat di mana grup kapal induk China itu berada, atau apakah mereka sedang menuju Laut China Selatan yang disengketakan, tempat grup kapal induk AS saat ini beroperasi.

Berbicara di parlemen, Wakil Menteri Pertahanan Taiwan Chang Che-ping mengatakan pergerakan kapal induk China itu diikuti dengan cermat, dan menggambarkan latihannya sebagai rutinitas.

Seseorang yang mengetahui rencana keamanan Taiwan mengatakan kelompok kapal induk tersebut masih "dekat pulau-pulau Jepang". Sumber itu menolak mengungkapkan lokasi tepatnya.

Jepang mengatakan pada Minggu bahwa kelompok kapal induk China telah memasuki Pasifik setelah berlayar melalui Selat Miyako, melalui deretan pulau Ryukyu selatan Jepang di timur laut Taiwan.

Washington selama ini menjadi pendukung dan pemasok senjata internasional terpenting Taiwan.

AS mendorong Taipei memodernisasi militernya sehingga bisa menjadi "landak" yang sulit diserang China.

Wu mengatakan Taiwan bertekad meningkatkan kemampuan militernya dan membelanjakan lebih banyak anggaran untuk pertahanan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Gawat! Iran Ancam Serang...
Gawat! Iran Ancam Serang Israel Lagi
Rekomendasi
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
Berita Terkini
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Infografis
J-10 China Jagoan Pakistan...
J-10 China Jagoan Pakistan Pemangsa 5 Jet Tempur India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved