Eks Agen Mossad Siap Bantu Evakuasi Keluarga Pangeran Hamzah
Selasa, 06 April 2021 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
"Selama akhir pekan, Pangeran Hamzah memberi tahu saya tentang apa yang terjadi padanya di Yordania dan saya menawarkan untuk mengirim istri dan anak-anaknya untuk tinggal di rumah saya," imbuhnya.
"Saya tidak tahu tentang peristiwa yang terjadi di Yordania atau orang-orang yang terlibat," tegasnya.
"Saya menawarkan bantuan Pangeran Hamzah atas dasar persahabatan pribadi kami dan karena keinginan untuk membantu sang putri dan anak-anak mereka pada saat yang sulit ini," tukasnya seperti dikutip dari Al Araby, Selasa (6/4/2021).
Hamzah - mantan putra mahkota yang kehilangan gelar pada tahun 2004 - termasuk di antara hampir 20 orang yang ditahan oleh pihak berwenang pada Sabtu malam, dalam apa yang oleh para pejabat terkait dengan dugaan plot untuk menggulingkan rezim yang dipimpin oleh Raja Abdullah.
Baca juga: Diduga Hendak Lakukan Kudeta, Sejumlah Mantan Pejabat dan Anggota Kerajaan Yordania Ditahan
Pangeran berusia 41 tahun pada hari Sabtu merilis pesan video melalui BBC di mana dia menuduh penguasa Yordania melakukan nepotisme dan korupsi serta menuduh bahwa dia telah ditempatkan di bawah tahanan rumah.
"Saya tidak tahu tentang peristiwa yang terjadi di Yordania atau orang-orang yang terlibat," tegasnya.
"Saya menawarkan bantuan Pangeran Hamzah atas dasar persahabatan pribadi kami dan karena keinginan untuk membantu sang putri dan anak-anak mereka pada saat yang sulit ini," tukasnya seperti dikutip dari Al Araby, Selasa (6/4/2021).
Hamzah - mantan putra mahkota yang kehilangan gelar pada tahun 2004 - termasuk di antara hampir 20 orang yang ditahan oleh pihak berwenang pada Sabtu malam, dalam apa yang oleh para pejabat terkait dengan dugaan plot untuk menggulingkan rezim yang dipimpin oleh Raja Abdullah.
Baca juga: Diduga Hendak Lakukan Kudeta, Sejumlah Mantan Pejabat dan Anggota Kerajaan Yordania Ditahan
Pangeran berusia 41 tahun pada hari Sabtu merilis pesan video melalui BBC di mana dia menuduh penguasa Yordania melakukan nepotisme dan korupsi serta menuduh bahwa dia telah ditempatkan di bawah tahanan rumah.
Lihat Juga :