Putin Teken UU yang Bisa Membuatnya Berkuasa hingga 2036
Selasa, 06 April 2021 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Undang-undang tersebut meresmikan perubahan pada konstitusi Rusia, yang mendapat persetujuan publik dalam pemungutan suara nasional tahun lalu. Pemantau pemilu mengatakan pemungutan suara selama seminggu itu dinodai oleh tekanan pada pemilih, propaganda, kurangnya oposisi dan kurangnya transparansi.
Putin berpendapat bahwa mengatur ulang penghitungan masa jabatannya akan mencegah politisi lain "melirik mata mereka untuk mencari calon penerus".
Tokoh oposisi profil tertinggi di Rusia, Alexei Navalny, dipenjara pada Januari sekembalinya dia ke negara itu, setelah menjalani pemulihan berbulan-bulan di Jerman atas apa yang diklaim sebagai serangan racun saraf Novichok.
Intelijen Amerika Serikat (AS) menyimpulkan dengan "keyakinan tinggi" bahwa perwira intelijen Rusia bertanggung jawab atas serangan racun terhadap Navalny.
Bulan lalu, Amerika Serikat dan Uni Eropa memberlakukan sanksi baru terhadap pejabat Rusia, termasuk Direktur FSB Alexander Bortnikov, sebagai respons atas serangan racun dan hukuman penjara Navalny.
"Penggunaan senjata kimia oleh Kremlin untuk membungkam lawan politik dan mengintimidasi orang lain menunjukkan ketidakpedulian yang mencolok terhadap norma-norma internasional," kata Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada saat itu.
Putin berpendapat bahwa mengatur ulang penghitungan masa jabatannya akan mencegah politisi lain "melirik mata mereka untuk mencari calon penerus".
Tokoh oposisi profil tertinggi di Rusia, Alexei Navalny, dipenjara pada Januari sekembalinya dia ke negara itu, setelah menjalani pemulihan berbulan-bulan di Jerman atas apa yang diklaim sebagai serangan racun saraf Novichok.
Intelijen Amerika Serikat (AS) menyimpulkan dengan "keyakinan tinggi" bahwa perwira intelijen Rusia bertanggung jawab atas serangan racun terhadap Navalny.
Bulan lalu, Amerika Serikat dan Uni Eropa memberlakukan sanksi baru terhadap pejabat Rusia, termasuk Direktur FSB Alexander Bortnikov, sebagai respons atas serangan racun dan hukuman penjara Navalny.
"Penggunaan senjata kimia oleh Kremlin untuk membungkam lawan politik dan mengintimidasi orang lain menunjukkan ketidakpedulian yang mencolok terhadap norma-norma internasional," kata Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada saat itu.
Lihat Juga :