Kapal Induk dan 5 Kapal Perang China Dekati Jepang lalu ke Pasifik

Senin, 05 April 2021 - 15:07 WIB
loading...
Kapal Induk dan 5 Kapal...
Kapal induk Liaoning milik militer China. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Kapal induk Liaoning dan lima kapal perang China yang mengawalnya mendekati wilayah Jepang saat dalam perjalanan ke Samudra Pasifik.

Kantor Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang pada Minggu (4/4/2021) yang dilansir Asia Nikkei mengonfirmasi pergerakan kelompok tempur kapal induk Beijing tersebut.

Baca juga: Mejeng Telanjang Siang Bolong, Sekelompok Wanita Ditangkap di Dubai

Kelompok tempur kapal induk Liaoning terlihat sekitar pukul 08.00 pagi Sabtu pekan lalu di perairan yang berjarak sekitar 470 km barat daya Kepulauan Danjo di Prefektur Nagasaki.

Konvoi kapal tersebut kemudian melewati Selat Miyako, jalur air selebar 250 km antara Pulau Okinawa dan Pulau Miyako.

Ini adalah pertama kalinya sejak April 2020 kapal induk Liaoning diketahui melewati jalur air ini, dan itu terjadi hanya beberapa hari setelah latihan perang gabungan antara Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan Australia di Pasifik Timur.

Kapal induk Liaoning dikawal satu kapal perusak berpeluru kendali siluman kelas Renhai, dua kapal perusak berpeluru kendali kelas Luyang III, satu fregat multi-peran Jiangkai II dan satu kapal pendukung tempur cepat kelas Fuyu.

Militer Jepang merespons dengan mengerahkan kapal perusak JS Suzutsuki, pesawat patroli maritim P-1 dan pesawat patroli perang anti-kapal selam P-3C untuk mengumpulkan informasi dan memantau pergerakan kapal-kapal perang China.

Sebuah foto yang disediakan oleh Staf Gabungan Jepang menunjukkan kapal induk Liaoning membawa helikopter dan apa yang tampaknya seperti jet tempur J-15.

Staf Gabungan Jepang juga mengatakan bahwa pesawat angkut militer Y-9 China melewati Selat Miyako pada hari Minggu dan Jepang telah mengirim jet tempur sebagai respons.

Pergerakan tersebut terjadi saat Angkatan Laut AS mengintensifkan kerjasama dengan mitra Quad-nya; Jepang, India, dan Australia di Indo-Pasifik.

Baca juga: Inilah Pangeran Hamzah yang Dituduh Perencana Kudeta Kerajaan Yordania

Setelah kunjungan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin ke India, Kelompok Tempur Kapal Induk Theodore Roosevelt melakukan operasi multi-domain bersama dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udara India di Samudra Hindia pada 28 dan 29 Maret.

Kapal induk USS Theodore Roosevelt, kapal penjelajah berpeluru kendali USS Bunker Hill dan kapal perusak USS Russell beroperasi dengan fregat India INS Shivalik dan pesawat Angkatan Udara India dari Skuadron Nomor 222, yang dikenal sebagai "The Tigersharks."

Komando Indo-Pasifik AS telah menekankan penguatan operasi multi-domain bersama—konvergensi kemampuan dari darat, laut, udara, luar angkasa, dan dunia maya—dan penyertaan Angkatan Udara India dalam latihan memajukan arahan itu.

USS Blue Ridge, kapal utama Armada ke-7 AS, sebelumnya juga beroperasi dengan kapal perusak Angkatan Laut Pasukann Bela Diri Jepang JS Kongo pada 29 Maret untuk menguji gabungan keterampilan maritim dan kemampuan interkomunikasi mereka.

"Yang unik dari latihan ini adalah partisipasi pesawat yang naik ke atas Blue Ridge, ditugaskan ke Skuadron Tempur Laut Helikopter 12, yang terbang dalam formasi dengan kapal dan memindahkan [perwira komandan Blue Ridge] Kapten [Tim] Waits dari Blue Ridge ke Kongo selama manuver untuk terlibat dengan kepemimpinan dan mengunjungi awak kapal," kata Angkatan Laut AS.

Manuver itu segera diikuti dengan latihan bersama selama dua hari yang melibatkan Angkatan Laut AS dan Angkatan Laut Australia di Pasifik Timur.

Kapal perusak berpeluru kendali USS John Finn dan kapal perusak perang udara kelas Hobart Australia HMAS Sydney ikut serta dalam latihan Group Sail di perairan lepas pantai California Selatan pada Rabu dan Kamis untuk meningkatkan interoperabilitas.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Harga BBM di AS Belum...
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Rekomendasi
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
MNC Bank Jambi Serahkan...
MNC Bank Jambi Serahkan Hadiah Motor Program Tabungan Dahsyat
Berita Terkini
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved